BERITA TERKINI
Jago Coffee Klaim Jago Lari Picu 1,5 Juta Trafik Percakapan Digital, Disiapkan Jadi Agenda Tahunan

Jago Coffee Klaim Jago Lari Picu 1,5 Juta Trafik Percakapan Digital, Disiapkan Jadi Agenda Tahunan

Jago Coffee mengklaim aktivasi bertajuk Jago Lari menghasilkan lebih dari 1,5 juta trafik percakapan digital sejak hari pelaksanaan hingga tujuh hari setelahnya. Perusahaan menyebut kegiatan ini akan dilanjutkan sebagai agenda tahunan, sebagai bagian dari upaya membangun posisi merek di ranah gaya hidup.

Jago Lari digelar pada 28 Juni 2026 di BSD. Acara ini dikemas sebagai ajang lari 5K dengan konsep silent disco, dipandu DJ dari atas gerobak Jago, lalu dilanjutkan dengan pesta pagi di Common Grounds Zora. Dari 350 pendaftar, 150 di antaranya mengikuti sesi rave di garis akhir, dengan penampil Dipha Barus, DJ Sihk, Kevin The People, dan Kenny Djafar.

Penyelenggara menyebut tidak ada alkohol yang disajikan sepanjang acara. Dengan demikian, sesi rave tersebut berjalan dengan kopi sebagai elemen utama.

Head of Marketing Jago Coffee, Dimas Dimi, mengatakan ide acara berangkat dari upaya mengisi ruang bagi komunitas yang ingin berpesta namun tetap sehat. “Ide utamanya adalah mengisi celah, bagaimana caranya tetap berpesta tapi sehat bagi komunitas. Tren pesta kopi ala rave sedang meningkat baik secara global maupun lokal, jadi kami menjawabnya lewat event ini,” ujarnya.

Dimas menambahkan, Jago Coffee ingin membuat acara yang lebih dari sekadar lari. Karena itu, format silent disco run dipilih dan DJ ditempatkan di atas Jago Cart sebagai identitas inti. Ia juga menyebut ada respons pelari yang tidak diduga. “Yang tidak kami duga adalah begitu banyak pelari yang bilang lari 5K ini memberi mereka sensasi yang biasa mereka dapatkan di pesta,” kata Dimas.

Dalam narasi acara, Jago Lari menyamakan euforia lari dengan euforia yang biasa dicari lewat alkohol, dan mengaitkannya dengan pelepasan endorfin. Namun klaim ini perlu dilihat dengan hati-hati. Sejumlah riset dalam satu dekade terakhir, termasuk studi pada 2015, menunjukkan efek positif olahraga lebih banyak dijelaskan oleh sistem endokannabinoid ketimbang endorfin, karena endorfin dinilai sulit menembus sawar darah-otak sehingga perannya dalam euforia pascaolahraga dipertanyakan banyak peneliti.

Terkait perancangan acara, Dimas menegaskan seluruh konsep berasal dari inisiatif internal Jago Coffee, sementara agensi digunakan untuk menjalankan operasional. “Semua ide acara ini berasal dari inisiatif Jago sendiri, kami hanya menggunakan agensi untuk menjalankan operasional acaranya,” ujarnya.

Ia mengatakan pengukuran dampak dilakukan dari sisi top of funnel, dengan fokus pada percakapan digital. “Kami mengukur semuanya dari sisi top of funnel, dan kami melihat dampak percakapan digital yang baik sepanjang D-day hingga D+7, dengan lebih dari 1,5 juta tayangan sejauh ini, disertai beberapa kritik yang sifatnya membangun,” kata Dimas.

Ke depan, Dimas menyebut Jago Lari masuk dalam rencana jangka panjang perusahaan sebagai agenda tahunan. Ia mengatakan langkah itu ditujukan untuk memosisikan Jago sebagai merek gaya hidup harian yang terjangkau dan mengikuti kebutuhan budaya serta pasar, termasuk tren lari dan rave, dengan kualitas pengalaman acara yang tinggi. Menurutnya, citra Jago selama ini masih melekat sebagai produk kopi keliling yang terjangkau, dan kegiatan semacam ini diharapkan dapat membawa arah baru agar lebih relevan bagi kalangan kerah biru maupun kerah putih.