Suaraga Fest 2026 menghadirkan konsep festival yang memadukan musik, wellness, dan budaya di Solo. Selama dua hari penyelenggaraan, acara ini menawarkan rangkaian aktivitas sejak pagi hingga malam, mulai dari kelas yoga, pengalaman wellness bernuansa tradisi Jawa, hingga konser musik dan pertunjukan budaya.
Pada hari pertama, pengunjung memulai kegiatan dengan sesi yoga, di antaranya Sound Healing dan Yin Yoga bersama Debbie & Deece, serta yoga dengan iringan gamelan yang dipandu Amanda Tasning. Menjelang siang, Anjasmara dan Ify Alyssa memimpin Classic Yoga Session yang memadukan gerakan yoga dengan sentuhan budaya Jawa.
Selain kelas yoga, area Atsiri Jawa menjadi salah satu program yang menarik perhatian. Dalam program premium wellness experience ini, peserta mengikuti aktivitas yang terinspirasi dari tradisi Jawa, seperti Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra Raksi, yang memadukan olah gerak, meditasi, serta aromaterapi tradisional.
Memasuki sore, panggung musik mulai ramai oleh penonton. Sejumlah musisi tampil bergantian, antara lain The Flyover, Nadhif Basalamah, Man Osman & Traffic Jam, Silampukau, Sore Ze Band, hingga Barasuara. Pengalaman festival juga dilengkapi pertunjukan gamelan dan Wayang Orang Solo.
Keseruan berlanjut pada hari kedua, Minggu (05/07/2026). Sejak pagi, pengunjung kembali menggelar matras untuk mengikuti Ruang Rasa Yoga bersama Sazou Gautama dan Mat Pilates yang dipandu Tari dari Sana Studio. Suasana di Taman Balekambang disebut terasa tenang, berbeda dengan atmosfer festival musik pada umumnya.
Anjasmara kembali memandu sesi yoga yang menggabungkan gerakan modern dengan sentuhan tradisi. Area Atsiri Jawa tetap ramai melalui pengalaman Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra Raksi. Di sisi lain, tersedia area workshop yang menghadirkan Tarot dan Primbon Reading untuk pengalaman refleksi diri dalam suasana yang lebih intim.
Di panggung musik, Maliq & D'Essentials menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan. Band yang tahun ini merayakan 20 tahun berkarya itu membuat area depan panggung dipenuhi penonton yang ikut bernyanyi dari awal hingga akhir, menghadirkan suasana hangat dan bernuansa nostalgia. Fanny Soegi juga tampil membawakan lagu-lagu dengan karakter vokalnya yang khas dan menciptakan suasana yang lebih intim.
Sejumlah penampil lain turut mengisi Suaraga Stage, di antaranya Orkes Latar Jembar, ALI, FSTVLST, dan UCUPOP. Pergantian penampil menjaga energi festival hingga Suaraga Fest 2026 resmi ditutup.
Di tengah ramainya pertunjukan panggung utama, Cultural Stage menawarkan suasana yang lebih tenang lewat alunan gamelan sejak sore hingga malam. Pengunjung juga disuguhkan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan dalang berpengalaman dengan kisah-kisah klasik yang diiringi gamelan. Dua pertunjukan budaya ini menjadi pelengkap, menghadirkan keseimbangan antara energi musik modern dan tradisi Jawa.
Penyelenggaraan Suaraga Fest 2026 juga dinilai membawa dampak bagi ekosistem kreatif di Solo. Festival ini melibatkan berbagai pelaku industri kreatif lokal, mulai dari UMKM, komunitas kreatif, seniman, pengrajin, hingga pelaku kuliner. Riandika Winandatama selaku Chief Executive Officer Boss Creator berharap Suaraga Fest dapat menjadi ruang kolaborasi yang berdampak positif bagi ekosistem kreatif di Kota Bengawan.
Co-Founder & Chief Business Officer Vindes, Laksamana Satrio AP, menyampaikan bahwa Suaraga Fest bukan hanya festival musik Indonesia, melainkan ruang yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, COO MADHAUS Suherman Soemardi menyebut kolaborasi dalam festival ini menghadirkan pengalaman yang menyatukan musik, wellness, budaya, dan komunitas, termasuk melalui aktivitas seperti Mlaku Santai dan Pit-Pitan yang dirancang dekat dengan keseharian masyarakat Solo sekaligus menarik bagi generasi muda. Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, menilai Suaraga Fest menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas Solo sebagai kota dengan akar budaya wellness yang kuat.
Dari sisi kenyamanan, sejumlah pengunjung memberikan apresiasi terhadap kebijakan bebas asap rokok di area utama festival. Pengunjung yang ingin merokok tetap dapat melakukannya di area khusus yang disediakan. Fasilitas festival juga dinilai lengkap dan terawat, mulai dari toilet bersih, portable toilet, musala, smoking area, hingga layanan shuttle untuk memudahkan mobilitas selama acara.
Sejalan dengan konsep wellness, festival ini turut menghadirkan beragam pilihan kuliner, termasuk jajanan viral khas Solo. Secara keseluruhan, Suaraga Fest 2026 mencatat total 4.736 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan, dengan dominasi anak muda dari berbagai kota di Indonesia. Melihat antusiasme tersebut, penyelenggara berharap Suaraga Fest dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Solo.