BERITA TERKINI
Spotify Rilis Editors' Picks Lagu Indonesia Terbaik Paruh Pertama 2026, dari Dangdut hingga Metal

Spotify Rilis Editors' Picks Lagu Indonesia Terbaik Paruh Pertama 2026, dari Dangdut hingga Metal

Jakarta — Spotify merilis daftar Editors' Picks: Best Indonesian Songs of The Year So Far, yang berisi pilihan lagu Indonesia terbaik sepanjang paruh pertama 2026. Kurasi ini menyoroti ragam rilisan musik lokal dalam enam bulan terakhir yang dinilai semakin berani dalam eksplorasi genre dan pendekatan artistik.

Menurut keterangan dalam berita, daftar tersebut disusun oleh tim editorial Spotify Indonesia yang menyaring ratusan lagu, lalu memilih 50 lagu yang dianggap paling merepresentasikan warna musik Indonesia pada semester pertama 2026.

Spotify menyebut kurasi ini tidak semata didasarkan pada jumlah pemutaran (streams) atau tingkat viralitas di media sosial. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas penulisan lagu, musikalitas, keunikan, hingga dampak artistik yang dibawa para musisi.

Sejumlah lagu disebut mencuri perhatian karena keberanian bereksperimen. Salah satunya rollerblade dari no na, yang menggabungkan unsur reggaeton dengan irama dangdut serta dentuman gamelan. Ada pula Dugem Vs Metal dari Rantau, musisi asal Makassar, yang memadukan hip-hop underground (trap) dengan koplo dan funkot.

Untuk memberikan konteks di balik pilihan tersebut, Spotify juga menghadirkan fitur Editorial Watch Feed. Melalui fitur ini, editor menyertakan komentar mengenai nilai artistik dan dampak dari setiap lagu yang masuk daftar.

Berikut sejumlah judul yang menjadi sorotan dalam daftar lagu terbaik Indonesia versi Spotify untuk paruh pertama 2026 sebagaimana tercantum dalam berita:

20 Weeks — Galdive
AKU GAS! — toxicdev!, PORIS
Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan — Pamungkas
bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni) — The Jansen
Bread & Circus — The SIGIT
Bulan Bintang, Garis Menyilang — Wijaya 80, Sal Priadi
BURN — Isyana Sarasvati, Agt. Widi
CATASTROPHE — Noni
CEO (Menyala Queen) — Toton Caribo
DAUN DAUN — Ghea Indrawari
Dia Datang — The Cottons
Dugem Vs Metal — Rantau, Kagutsuchi
GayA idup — Basboi
Get It — Jevin Julian, gamaliél

Ghost Circuit — Zeke and the Popo
Harmoni — Krisna Trias, Satine Zaneta
Hatchu!! — Salma Salsabil
I'd Be Lost — Thee Marloes
iqro' — Raim Laode
Jangan Paksa Rindu — Beda - Ifan Seventeen
Keliling — Farrel Hilal
Kicau Mania — Ndarboy Genk, Banditoz Yaow 86, BoyCord
Lepas Kendali — Jo Soegono

Makasih Tuhan — Tenxi, dia
Mantra Akar Kamboja — Yoko City Ghost, Tengku Ryo
Mata Api — Charif Megarbane, Ali
Mata Ketiga — Andien
Melati — Aku Jeje
Melompat Lebih Tinggi — Lomba Sihir
Nafas — Dipha Barus, Hindia
navigate - ACT II : The Middle — eleventwelfth, Biru Baru
Nostradamus — Ken Amok, Sungkeh
Pertunjukkan Terakhir — Danilla
Rabun Jauh — Bernadya
rollerblade — no na
Sederhana — Sheila On 7
Sempurnanya Aku — NPD
Sesi Potret — eńau, Ari Lesmana
Sikilku Iso Muni (Kakiku Bisa Bunyi) (Original Soundtrack from "Na Willa") — Luisa Adreena, Azamy Syauqi, Na Willa
SPONTAN ( tanpa ) UHUY! — DEABDIL
SUPER EKSIS — Naufal Syachreza

Takbir Terdengar Kejam — Dongker
Tanggeria — BATDD
Teh Hijau — Tulus
Tenang Saja (Ini Hanya Fase) — Idgitaf
Terbelah Jadi Dua — Gloria Jessica, Ade Govinda
tinggi — Suisei, kirohta, Concerto
Tongkat Sihir — Katyana
Wals Akhir Zaman — Rony Parulian
Yang Paling Ibu Sayang (Outro) — Dejhan