SMA Trensains Tebuireng resmi memulai rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan pembukaan yang menjadi awal pengenalan budaya akademik dan kehidupan asrama itu digelar di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, Jombang, Jawa Timur, Rabu (08/07/2026), dengan diikuti 226 peserta didik baru.
Acara pembukaan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan senam pagi. MPLS dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 8, 9, dan 11 Juli 2026, dengan materi yang berfokus pada pembentukan karakter serta pengenalan sistem pendidikan sains berbasis pesantren.
Kepala SMA Trensains Tebuireng, Ustadz H. Haerul Anam, S.Pd.I., dalam sambutannya mengajak siswa baru menata ulang dan meluruskan niat menuntut ilmu semata-mata karena Allah Swt. Ia juga menekankan kepatuhan terhadap aturan asrama sebagai pondasi pembentukan karakter dan kedisiplinan.
“Sesuatu yang indah harus dilalui dengan perjuangan yang tidak mudah,” ujar Haerul Anam.
Ia menyampaikan, sekolah berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Manajemen sekolah menyiapkan peta jalan pengembangan minat dan bakat, peningkatan sarana prasarana, ruang kompetisi untuk mengikuti berbagai perlombaan, hingga pendampingan psikologis melalui wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK).
Salah satu siswa baru, Queen asal Tuban yang kini berada di kelas X-5, menyebut kurikulum Trensains yang memadukan pendalaman Al-Qur’an dengan ilmu sains murni menjadi daya tarik untuk bergabung. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari Tebuireng dan telah memasang target melanjutkan studi di bidang pertambangan dan perminyakan.
Queen menargetkan jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas di Rusia. Ia bertekad memperkuat kemampuan Fisika, Kimia, serta penguasaan bahasa asing sejak tahun pertama.
Dalam sesi berikutnya, guru BK SMA Trensains Tebuireng, Zuhriyatul Fitriya, mengingatkan siswa agar tidak memendam masalah sendiri selama masa transisi dari rumah ke lingkungan pesantren. Sekolah, kata dia, menyediakan ruang konseling yang ramah dan terbuka untuk diakses seluruh siswa.
“Jangan sungkan untuk bercerita kepada guru BK karena itu adalah hak kalian. Manfaatkan seluruh fasilitas sekolah dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku,” ucapnya.
Melalui pelaksanaan MPLS ini, SMA Trensains Tebuireng berharap proses adaptasi siswa baru dapat berjalan lancar. Sekolah memproyeksikan sinergi ketahanan mental di pesantren dan etos belajar yang tinggi dapat membentuk generasi yang unggul di bidang sains sekaligus kokoh memegang nilai-nilai Al-Qur’an.