BERITA TERKINI
SEC Rilis Agenda Regulasi 2026: 38 Rencana Aturan Baru, Crypto dan IPO Masuk Fokus

SEC Rilis Agenda Regulasi 2026: 38 Rencana Aturan Baru, Crypto dan IPO Masuk Fokus

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengungkap agenda regulasi 2026 yang memuat 38 rencana aturan baru. Dalam agenda tersebut, sektor aset kripto dan penawaran umum perdana saham (IPO) disebut menjadi salah satu prioritas utama.

Melalui agenda itu, SEC berencana memperbarui sejumlah ketentuan yang berkaitan dengan aset digital, tokenisasi, layanan penyimpanan (custody) berbasis blockchain, serta perdagangan kripto. Tujuannya adalah membangun kerangka regulasi yang lebih jelas bagi pelaku industri.

Sejumlah rencana yang disiapkan SEC untuk industri kripto antara lain pembaruan definisi qualified custodian atau lembaga penyimpan aset yang memenuhi syarat. SEC menyatakan langkah ini dimaksudkan untuk memberi pedoman yang lebih jelas bagi perusahaan yang mengelola aset tokenisasi berbasis blockchain.

SEC juga mempertimbangkan pembentukan kerangka safe harbor bagi proyek kripto tahap awal. Skema ini akan memberi waktu bagi proyek yang masih dalam fase pengembangan dan pengujian produk berbasis token, dengan kewajiban kepatuhan yang lebih ringan.

Selain itu, regulator meninjau penyesuaian aturan terkait custody dan pencatatan aset digital, termasuk tanggung jawab keuangan broker-dealer serta kewajiban pencatatan transaksi kripto agar dinilai lebih sesuai dengan karakteristik teknologi blockchain.

Di sisi struktur pasar, SEC mengusulkan perubahan regulasi perdagangan aset digital melalui alternative trading systems (ATS) agar aturan pasar kripto dapat mengikuti perkembangan industri.

Ketua SEC Paul Atkins menyampaikan bahwa regulator telah mengalami banyak kemajuan selama masa kepemimpinannya dan menyebut upaya tersebut sejalan dengan visi Presiden Donald Trump untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat industri kripto dunia. Menurut Atkins, SEC ingin menciptakan aturan yang memberi kepastian bagi perusahaan sekaligus tetap menjaga perlindungan investor.

Atkins juga menyatakan pendekatan baru itu ditujukan untuk membuka ruang inovasi tanpa mengabaikan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan sekuritas.

Di luar agenda kripto, SEC turut memasukkan upaya untuk menurunkan biaya bagi perusahaan yang ingin melaksanakan IPO.

Meski sudah masuk agenda resmi, seluruh proposal tersebut belum menjadi aturan final. Rencana perubahan masih akan melalui tahap public comment sebelum dipertimbangkan untuk pengesahan lebih lanjut pada tahun ini.

Sementara itu, pembahasan CLARITY Act disebut masih berlanjut setelah sebelumnya melewati tahap persetujuan di House dan Senate. Rancangan undang-undang tersebut masih menunggu proses lanjutan sebelum dapat menjadi dasar aturan struktur pasar kripto di Amerika Serikat.

Jika berbagai rencana regulasi itu terealisasi, langkah SEC berpotensi menjadi salah satu perkembangan penting dalam membentuk arah industri kripto.