BERITA TERKINI
Sampoerna dan Kemnaker Perkuat Program Upskilling dan Reskilling Tenaga Kerja

Sampoerna dan Kemnaker Perkuat Program Upskilling dan Reskilling Tenaga Kerja

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menjalin sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling. Inisiatif ini disebut sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena tenaga kerja yang kompeten dinilai dapat mendorong daya saing industri. Menurut dia, Kemnaker menjalankan dua agenda besar, yakni upskilling dan reskilling, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia.

“Pengembangan kompetensi itu ada lewat pelatihan vokasi nasional dan pemagangan nasional. Selain itu, kita masih punya PR (pekerjaan rumah) bagaimana membangun hubungan industrial. Ada praktik, contoh yang kita lihat di PT HM Sampoerna, dari harmonis menuju hubungan industrial yang transformatif,” ujar Yassierli dalam acara Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Surabaya, yang dipublikasikan Jumat (3/7/2026).

Yassierli menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM perlu berjalan beriringan dengan penguatan hubungan industrial. Ia menilai langkah tersebut penting untuk membentuk dunia usaha yang tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

“Semangatnya adalah membangun daya tahan industri melalui kolaborasi lintas sektor. Saya berharap kegiatan ini menjadi model untuk memperkuat sinergi tiga pilar, yakni pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, serta menginspirasi perusahaan lain dalam menerapkan praktik baik Hubungan Industrial Pancasila,” kata Yassierli.

Direktur HM Sampoerna Rianto menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah, menjadi landasan perusahaan dalam membangun hubungan kerja yang sehat dan berkelanjutan. Ia juga menyebut nilai-nilai tersebut selaras dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna yang menekankan keseimbangan kerja sama dan kontribusi antara konsumen dewasa, karyawan, serta mitra usaha dan masyarakat.

Rianto menjelaskan, sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM melalui upskilling dan reskilling, Sampoerna menghadirkan inisiatif Sampoerna Karya Bangsa (SKB) pada 2025. SKB disebut sebagai ekosistem kolaboratif yang mendukung pengembangan kewirausahaan, vokasi, pelatihan, serta peningkatan keterampilan kerja.

Bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-113 Sampoerna, Rianto berharap SKB dapat memberikan manfaat yang lebih inklusif dan memperkuat daya saing tenaga kerja, sejalan dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci dalam memperkuat hubungan industrial nasional,” ujar Rianto.

SKB dirancang untuk mendorong terciptanya SDM unggul melalui tiga pilar utama, yakni pengembangan kewirausahaan, program pemberdayaan yang mencakup persiapan prapensiun dan transisi karier, serta pelatihan vokasi guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.

SKB juga melengkapi dua inisiatif Sampoerna yang berfokus pada pengembangan SDM, yaitu Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC). Di bawah payung gagasan keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, SKB disebut memperluas dampak berbagai program pengembangan SDM yang telah dijalankan perusahaan.

Dalam keterangan yang sama, disebutkan SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 108.000 peserta, sementara SRC telah memberdayakan lebih dari 250.000 pelaku UMKM toko kelontong di Indonesia.