SERANG — Pengalaman sehari-hari kerap menjadi sumber inspirasi dalam proses penciptaan lagu. Momen sederhana yang dialami langsung maupun disaksikan di sekitar dapat berkembang menjadi lirik dan melodi yang memuat makna mendalam.
Hal itu turut dirasakan Rahul ZGIR, nama panggung dari Rizki Suryanto, songwriter asal Serang, Banten, yang aktif berkarya secara independen. Sejumlah lagu ciptaannya telah dirilis dan dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming musik, seperti Spotify, Apple Music, dan Amazon Music. Salah satu karya yang telah dipublikasikan berjudul “Tere Bina Zindagi”.
Rahul menuturkan, inspirasi menulis lagu tidak selalu datang dari peristiwa besar. Pengalaman pribadi, percakapan sehari-hari, perjalanan, hingga berbagai kejadian di lingkungan sekitar dapat menjadi bahan yang kemudian dikembangkan menjadi karya musik.
Dalam proses kreatifnya, ia membiasakan diri mencatat setiap ide yang muncul agar tidak terlupakan. Menurutnya, setiap pencipta lagu memiliki pendekatan berbeda, namun kebiasaan mengamati, mencatat gagasan, dan terus berlatih menulis menjadi langkah penting untuk menjaga kreativitas sekaligus produktivitas.
Rahul juga menilai perkembangan teknologi memberi banyak kemudahan bagi songwriter. Kehadiran aplikasi pencatat, perangkat rekaman rumahan, serta layanan distribusi musik digital membuat proses produksi hingga perilisan lagu dapat dilakukan lebih fleksibel dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia menegaskan kualitas ide dan kekuatan cerita tetap menjadi unsur utama dalam sebuah lagu. Bagi Rahul, teknologi berfungsi sebagai alat pendukung, sementara kreativitas, kejujuran dalam berkarya, dan kemampuan menyampaikan pesan menjadi fondasi yang menentukan nilai sebuah karya musik.
Ia menambahkan, konsistensi merupakan salah satu tantangan terbesar bagi songwriter. Inspirasi tidak selalu hadir setiap saat, sehingga membangun kebiasaan menulis secara rutin dinilai penting untuk terus mengasah kemampuan menciptakan lagu.
Di sisi lain, perkembangan ekosistem musik digital disebut membuka peluang lebih luas bagi songwriter independen untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat. Akses terhadap teknologi produksi dan distribusi memungkinkan para pencipta lagu merilis karya secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada label rekaman.
Menurut Rahul, lagu yang lahir dari pengalaman sehari-hari berpotensi membangun kedekatan emosional dengan pendengar karena mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang.