Pemain saksofon Quyen Thien Dac menempatkan pengembangan jazz Vietnam sebagai bagian dari kerja panjangnya—mulai dari mengajar di Akademi Musik Nasional Vietnam, menggarap proyek-proyek pribadi, hingga terlibat bersama Binh Minh Jazz Club untuk memperkuat komunitas. Ia berharap upaya tersebut dapat mendekatkan jazz kepada publik sekaligus membentuk identitas yang khas bagi jazz Vietnam.
Quyen Thien Dac merupakan putra dari Seniman Berjasa Quyen Van Minh, sosok yang disebut meletakkan dasar pelatihan dan pertunjukan jazz di Vietnam. Namun, ia mengatakan perjalanannya dimulai dari jalur yang berbeda. Ia mulai belajar trompet pada usia 11 tahun dan pada tahun pertama berfokus penuh pada kontrol pernapasan sebelum masuk Akademi Musik Nasional Vietnam. Fondasi awalnya adalah musik klasik, yang menurutnya masih menjadi aset penting dalam proses kreatif hingga kini.
Beberapa tahun kemudian, ia beralih ke saksofon. Pada fase itulah, sang ayah mulai membimbingnya secara lebih intens menuju jazz. Ia mengingat, pada masa tersebut materi pelatihan jazz di Vietnam masih terbatas. Pelajaran yang ia terima dari ayahnya, ia sebut sebagai fondasi paling mendasar untuk perjalanan panjangnya di musik jazz.
Ia juga pernah bekerja bersama ayahnya sejak album pertama Quyen Van Minh, Birth, yang dirilis pada 1999. Periode itu, menurutnya, membantu ia menyerap esensi musik rakyat dan musik tradisional secara bertahap. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan Swedia. Di luar negeri, ia bertemu dan berinteraksi dengan banyak pengajar yang membantunya menyempurnakan pemikiran dan kepribadian bermusik. Pelajaran utama yang ia tarik dari pengalaman tersebut adalah kebutuhan untuk menemukan jalan yang unik dan berbeda.
Ketika kembali ke Vietnam, Quyen Thien Dac memilih pendekatan yang ia sebut lebih lambat dan mendalam untuk mencari “esensi sejati” jazz Vietnam. Ia mencontohkan proyek-proyek seperti Jazz Duyên (Romansa Jazz) dan Musik Rakyat dalam Jazz - Musik Rakyat dalam Alat Musik Gesek, yang menggabungkan saksofon dengan instrumen tradisional.
Ia menegaskan tidak ingin sekadar menyandingkan jazz dan musik tradisional, melainkan membuat keduanya saling mendukung: mempertahankan identitas masing-masing sambil membangun semangat bersama. Untuk itu, ia menilai pemahaman atas budaya menjadi syarat utama. Ia menghabiskan bertahun-tahun bekerja dengan para pengrajin di wilayah Barat Laut dan Dataran Tinggi Tengah, serta berinteraksi dengan seniman teater tradisional, opera rakyat, dan opera reformasi. Dalam proses menulis musik, ia mengatakan tidak hanya meniru melodi, melainkan berupaya menangkap semangat musik tradisional.
Ia juga berkolaborasi dengan musisi internasional dalam album Unlimited Love, yang memuat sejumlah lagu terinspirasi musik rakyat, seperti The Song by the Hien Luong River, Love Song of the Northwest, dan The Sound of the Ta Lu Guitar, yang dibawakan dalam gaya jazz. Album tersebut ia sebut sebagai salah satu karya yang paling ia banggakan.
Selain berkarya dan mengajar, Quyen Thien Dac terlibat dalam pengembangan komunitas melalui Binh Minh Jazz Club yang didirikan ayahnya. Ia menyebut keterlibatan itu sebagai tanggung jawab mereka yang bekerja di bidang ini. Di klub tersebut, ia tidak hanya tampil, tetapi juga menangani manajemen musik, termasuk mengatur band yang tampil setiap malam. Menurutnya, ruang ini ditujukan untuk memberi tempat bagi siswa jazz berlatih dan bagi pecinta jazz untuk bertemu serta menikmati musik. Ia mengatakan banyak seniman tumbuh dari ruang tersebut, dan klub tetap terbuka bagi anak muda untuk datang, belajar, dan tampil.
Dalam beberapa waktu terakhir, ia bersama Binh Minh Jazz Club tampil dalam program “Musik Akhir Pekan” di Rumah Segi Delapan, Taman Bunga Ly Thai To (Hoan Kiem, Hanoi) setiap Minggu sore. Ia menyambut baik program yang digelar gratis bagi warga dan wisatawan itu. Setelah berjalan lebih dari setengah tahun, ia menilai lokasi tersebut telah menjadi tujuan yang akrab bagi berbagai kelompok. Tanpa panggung yang rumit, penonton dapat singgah untuk mendengarkan, mengobrol, dan berinteraksi dengan seniman—keintiman yang ia yakini membantu jazz Vietnam menjangkau publik lebih luas. Ia berharap komunitas jazz semakin solid dan memperoleh lebih banyak perhatian.
Ke depan, ia menyebut Hanoi akan menggelar Festival Jazz Internasional Hanoi 2026 pertama, bertema “Jazz Hanoi - Melodi Tanpa Batas”, pada September. Ia menyebut festival itu sebagai platform bagi musisi jazz dan pecinta jazz, serta menyatakan kegembiraannya dapat berpartisipasi. Ia juga berencana mengundang musisi internasional yang berkolaborasi dengannya di album Unlimited Love untuk tampil di festival, dengan fokus membawakan karya-karya Vietnam dalam gaya jazz.
Di luar agenda tersebut, Quyen Thien Dac menyiapkan rencana untuk membawakan sebuah karya yang ia tulis sekitar 10 tahun lalu, yang diberi judul oleh ayahnya Centrally Oriented. Ia berencana menampilkannya bersama orkestra simfoni.