BERITA TERKINI
Psikologi Menjelaskan Mengapa Lagu Masa Remaja Lebih Membekas di Ingatan

Psikologi Menjelaskan Mengapa Lagu Masa Remaja Lebih Membekas di Ingatan

Banyak orang merasa lagu-lagu yang didengar pada masa remaja hingga awal dewasa lebih sulit dilupakan dibanding musik yang didengarkan saat ini. Dalam psikologi, fenomena ini kerap dikaitkan dengan cara otak menyimpan memori dan membentuk identitas pada fase usia tersebut.

Sejumlah penjelasan psikologis menyebut masa remaja sebagai periode pertumbuhan emosional yang pesat, pembelajaran sosial, serta pembentukan jati diri. Musik yang didengar pada rentang waktu ini masuk ke dalam proses tersebut, sehingga meninggalkan jejak yang lebih kuat dalam ingatan. Lagu-lagu itu tidak sekadar melodi, melainkan turut membawa gambaran diri yang sedang berkembang dan pengalaman yang terasa dekat secara emosional.

Selain itu, psikologi mengenal istilah reminiscence bump atau “lonjakan memori”, yakni kecenderungan orang dewasa mengingat masa remaja dan awal dewasa lebih jelas dibanding fase hidup lainnya. Pada usia tersebut, banyak pengalaman penting terjadi untuk pertama kalinya—mulai dari memilih pertemanan, gaya hidup, rutinitas, hingga menemukan musik yang dirasa paling cocok. Karena beriringan dengan pengalaman “pertama” yang signifikan, musik pada periode ini kerap menjadi penanda yang melekat pada perjalanan hidup.

Dalam konteks ini, lagu bukan hanya hiburan, tetapi dapat berfungsi sebagai sinyal emosional. Satu lagu bisa diputar untuk mencerminkan suasana hati, fase kehidupan, atau dinamika pertemanan yang pernah dijalani. Inilah yang membuat relasi seseorang dengan musik menjadi sangat personal, bahkan setelah puluhan tahun berlalu.

Faktor lain yang turut berperan adalah kedekatan dengan lirik. Pada masa remaja, banyak orang masih berupaya memahami dan mengekspresikan perasaan. Ketika kesulitan merangkai kata, lirik lagu dapat terasa seperti mewakili isi hati. Jika sebuah lirik hadir pada momen yang tepat, keterikatan emosional pun terbentuk dan lebih mudah bertahan lama.

Para ahli juga menjelaskan bahwa musik dapat menjadi isyarat yang kuat bagi memori otobiografis, yakni ingatan tentang sejarah diri sendiri. Karena itu, sebuah lagu kadang mampu memanggil kembali detail masa lalu—seperti suasana ruangan, sosok tertentu, atau satu “bab” kehidupan—dengan intensitas yang terasa lebih kuat daripada pemicu lain seperti foto.

Penjelasan-penjelasan tersebut membantu memahami mengapa lagu-lagu dari fase remaja hingga awal dewasa sering terasa lebih membekas. Musik pada masa itu kerap terkait dengan pembentukan identitas, pengalaman emosional yang kuat, serta memori otobiografis yang tersimpan rapat dan mudah terpanggil kembali ketika lagu yang sama diputar.