BERITA TERKINI
PSI Sulsel Gelar Rakorwilsus di Makassar, Tekankan Konsolidasi dan Penguatan Struktur Jelang Agenda Politik

PSI Sulsel Gelar Rakorwilsus di Makassar, Tekankan Konsolidasi dan Penguatan Struktur Jelang Agenda Politik

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) di Makassar, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan langkah kader dan pengurus menghadapi agenda politik ke depan.

Ketua Harian DPW PSI Sulsel, Rahmansyah, menegaskan Rakorwilsus tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial semata. Ia mengatakan pertemuan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan meneguhkan komitmen kader dalam menjalankan amanah partai.

“Rakorwilsus mengusung tema, ‘Memperkuat Struktur, Membangun Solidaritas, Menjemput Kemenangan 2029’. Pertemuan ini bukan sekadar mengikuti proses organisasi, tapi bagian dari silaturahmi yang lebih erat agar kita semakin solid dalam membesarkan PSI,” ujar Rahmansyah dalam keterangannya.

Menurut Rahmansyah, Rakorwilsus dihadiri Ketua Bidang Saksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Benidiktus Papa alias Beny Papa, pengurus DPW PSI Sulsel, serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Ia juga mengapresiasi antusiasme pengurus dari berbagai daerah yang hadir, termasuk dari wilayah dengan jarak tempuh yang jauh menuju Makassar. Rahmansyah menyebut pengurus dari Kabupaten Kepulauan Selayar hadir meski harus menyeberang, sementara pengurus dari Luwu Timur menempuh perjalanan lebih dari 16 jam.

Dalam kesempatan itu, Rahmansyah menyampaikan permohonan maaf dari Ketua DPW PSI Sulsel, Muhammad Muammar Gandi Rusdi, yang berhalangan hadir karena sedang menyelesaikan studi. Ia berharap penyelesaian pendidikan tersebut dapat menjadi bekal untuk memperkuat kepemimpinan dan konsolidasi PSI di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Kepulauan Selayar, Andi Putriana, menilai Rakorwilsus menjadi momentum untuk memperkuat semangat perjuangan kader di Sulawesi Selatan. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan energi, semangat, serta arah perjuangan yang lebih jelas dalam membesarkan partai.

“Rakorwilsus merupakan ruang konsolidasi yang sangat strategis. Hasil kegiatan ini akan menjadi bekal bagi seluruh pengurus di daerah, untuk semakin aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, memperluas jaringan kader, dan menghadirkan kerja-kerja politik yang nyata,” kata Andi.

Andi menegaskan DPD PSI Kepulauan Selayar siap menindaklanjuti hasil Rakorwilsus melalui konsolidasi internal dan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput, serta terus hadir bersama masyarakat. Ia juga meyakini kerja nyata kader akan meningkatkan kepercayaan publik dan mendorong capaian terbaik pada Pemilu 2029.

“Perjuangan menuju Pemilu 2029 dimulai dari sekarang. Kami tidak akan membuang waktu, langsung tancap gas untuk melakukan konsolidasi internal, serta melaksanakan seluruh strategi pemenangan,” ujarnya.

Ketua Bidang Saksi DPP PSI, Beny Papa, menekankan bahwa penguatan struktur serta soliditas kader di daerah menjadi fondasi utama untuk menghadapi agenda politik partai ke depan. Ia menyampaikan, konsolidasi daerah menjadi perhatian dalam arahan partai.

“Ketua umum selalu menekankan pentingnya konsolidasi di setiap daerah. Sebab itu, Rakorwilsus ini menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi dan menyatukan langkah seluruh kader,” kata Beny.

Beny juga menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, kepada seluruh kader PSI Sulsel yang mengikuti Rakorwilsus. Menurutnya, Kaesang mengapresiasi soliditas dan kerja yang dilakukan pengurus serta kader PSI di provinsi tersebut.

Selain itu, Beny mendorong seluruh pengurus DPD PSI se-Sulawesi Selatan untuk segera merampungkan pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di tingkat desa dan kelurahan. Ia menyebut penyelesaian struktur hingga tingkat ranting ditargetkan paling lambat akhir Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan verifikasi partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).