BERITA TERKINI
Polresta Malang Kota Peringati Hari Bhayangkara ke-80 dengan Upacara Sederhana dan Ziarah ke Makam Korban Kanjuruhan

Polresta Malang Kota Peringati Hari Bhayangkara ke-80 dengan Upacara Sederhana dan Ziarah ke Makam Korban Kanjuruhan

MALANG — Polresta Malang Kota memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tanpa pesta rakyat maupun kemeriahan berlebihan. Rangkaian kegiatan pada Rabu (1/7/2026) diawali dengan upacara singkat dan sederhana di halaman Mapolresta Malang Kota.

Usai upacara, suasana khidmat terasa saat jajaran kepolisian melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam korban Tragedi Kanjuruhan. Sejumlah pejabat utama dan personel Polresta Malang Kota mendatangi beberapa lokasi pemakaman 13 korban yang berada di wilayah Kota Malang.

Di setiap makam, doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban yang meninggal dalam tragedi kemanusiaan tersebut.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara tahun ini sengaja dibuat sederhana. Menurut dia, momentum ulang tahun Polri seharusnya menjadi ruang evaluasi, bukan sekadar perayaan seremonial.

“Acara Hari Bhayangkara ke-80 di Polresta Malang Kota tahun 2026 kami lakukan secara internal dan sederhana. Kami gunakan sebagai kesempatan untuk introspeksi, merenung, dan memperbaiki diri,” kata Putu Kholis, Rabu (1/7/2026).

Ia menilai refleksi menjadi bagian penting agar institusi kepolisian terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia juga meminta dukungan masyarakat agar Polri semakin mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Mohon doa restu dari seluruh warga Kota Malang agar kami terus diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam mengemban amanah serta semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Dalam rangkaian ziarah tersebut, Putu Kholis turut mendatangi makam almarhumah Mita Maulidya di TPU Kasin. Tabur bunga dan doa dilakukan dalam suasana hening.

Putu Kholis menyebut ziarah ini tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas.

“Selesai upacara, kami langsung berziarah ke makam para korban Tragedi Kanjuruhan yang berada di Kota Malang untuk mengirim doa bagi almarhum dan almarhumah. Semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kepercayaan publik, menurutnya, dibangun bukan melalui seremoni, melainkan lewat pelayanan profesional, empati kepada masyarakat, serta kesediaan untuk terus berbenah.

“Kami terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas serta mengedepankan empati, kepedulian dan sosial. Penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari semangat Polri Presisi,” pungkasnya.