BERITA TERKINI
Musisi Indonesia–Malaysia Rilis Single “Our Power” untuk Suarakan Solidaritas bagi Palestina

Musisi Indonesia–Malaysia Rilis Single “Our Power” untuk Suarakan Solidaritas bagi Palestina

Sejumlah musisi dan seniman dari Indonesia dan Malaysia merilis single kolaborasi berjudul Our Power untuk menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina. Lagu ini hadir di bawah gerakan TPN Movement x Friends of Palestine, dengan pesan tentang persatuan, keberanian, solidaritas, dan kemanusiaan.

Our Power disebut terinspirasi dari gerakan kemanusiaan damai Global Sumud Flotilla dan Global March. Melalui musik, para musisi yang terlibat ingin menyuarakan dukungan bagi masyarakat Gaza, Palestina, serta menyerukan upaya mematahkan blokade dan mengakhiri genosida yang terus berlangsung.

Kolaborasi lintas negara tersebut melibatkan Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca), Noh Salleh, Bella Fawzi, Kayda, Rebecca Reijman, Farrah Adeeba, Fia Fellow, Ibrahim Kamarudin, Lala Karmela, dan Eka Annash (The Brandals).

Single ini ditulis oleh Isabella Muliawati Fawzi, Fitria Anggraeni, dan Muhammad Masdar Ilmi. Adapun liriknya ditulis oleh Isabella Muliawati Fawzi bersama Lala Karmela.

Bella Fawzi menyampaikan bahwa lahirnya Our Power berangkat dari keresahan atas konflik di Palestina yang belum berakhir. Ia menyebut musik dipilih sebagai medium untuk menyampaikan pesan kemanusiaan kepada masyarakat luas.

“Judul lagunya adalah Our Power yang bercerita tentang harapan kami dan juga keresahan kami atas isu Palestina yang tidak kunjung usai. Kami tidak berdiri sendirian, karya ini dibantu oleh banyak sekali teman-teman luar biasa untuk menyuarakan apa yang benar bagi kebebasan Palestina,” kata Bella Fawzi di Jakarta.

Proses pembuatan lagu berlangsung selama satu bulan. Meski para musisi berada di dua negara berbeda, jarak disebut tidak menjadi hambatan karena produksi dan rekaman dilakukan secara terpisah di studio di Indonesia dan Malaysia.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam proyek ini, produksi lagu dirancang dengan karakter berani, dinamis, dan emosional untuk menegaskan pesan ketahanan, kebersamaan, serta kekuatan masyarakat dalam menyuarakan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

CEO Friends of Palestine, Rayyan Abdalla, menilai musisi dan seniman memiliki peran penting dalam menjaga perhatian publik dunia terhadap kondisi Palestina. Ia menyebut seni dapat menjadi medium untuk menyampaikan kebenaran ketika suara kemanusiaan berusaha dibungkam.

“Di saat kekuasaan terlalu sering digunakan untuk membungkam kebenaran, kami memilih musik untuk menjadi kekuatan kami demi membebaskan bangsa. Seni suatu hari nanti akan menjadi pintu bagi kebebasan, pintu untuk berbagi kebenaran, dan pintu untuk berbagi kemanusiaan,” ujar Rayyan Abdalla.

Noh Salleh turut menyoroti semangat persatuan yang muncul lewat proyek ini. Musisi asal Malaysia tersebut memandang Our Power sebagai bukti bahwa Indonesia dan Malaysia dapat bersatu dalam tujuan kemanusiaan yang sama.

“Sebenarnya Palestina yang sedang membebaskan kita, bukan kita membebaskan Palestina. Indonesia dan Malaysia mungkin sering terpisah karena urusan mie goreng atau rendang, tapi hari ini kita bersatu karena Palestina untuk menghidupkan kemanusiaan,” tegasnya.

Tidak hanya menyampaikan pesan melalui musik, para musisi juga menyatakan akan memberikan kontribusi nyata. Seluruh royalti dari lagu Our Power dipastikan akan disumbangkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui NGO Friends of Palestine.

Cholil Mahmud menilai masyarakat dunia dapat belajar tentang ketabahan dari rakyat Palestina. Vokalis Efek Rumah Kaca itu berharap lagu ini dapat menjadi bentuk kontribusi sekaligus mendorong kepedulian yang lebih luas.

“Kita harus belajar tentang ketabahan dari masyarakat Palestina. Ini menjadi salah satu kontribusi kita. Semoga lagi ini mendorong masyarakat Indonesia dan Malaysia, juga pemerintahnya lebih peduli soal isu ini,” kata Cholil Mahmud.