Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pihaknya telah membahas upaya peningkatan investasi dengan CEO Danantara, termasuk rencana investasi untuk pembangunan venue atau tempat penyelenggaraan konser musik.
Widiyanti menyampaikan pembahasan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan asosiasi promotor terkait keterbatasan sarana pertunjukan musik di Indonesia. Ia menyebut, Jakarta saat ini sudah memiliki fasilitas berkapasitas besar seperti kompleks Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS), namun fasilitas tersebut pada dasarnya disiapkan untuk kegiatan olahraga.
Menurut Widiyanti, penggunaan GBK untuk acara non-olahraga kerap menghadapi persoalan ketersediaan jadwal karena berbagi dengan agenda olahraga. Sementara itu, ia menilai JIS sudah dapat menjadi alternatif, meski pelaksanaan pertunjukan musik di lokasi tersebut selama ini masih menghadapi kendala akses dan kemacetan lalu lintas.
Widiyanti mengatakan persoalan lalu lintas di sekitar JIS perlu ditata lebih lanjut. Ia juga menyebut pemerintah daerah setempat dinilai mulai melakukan pembenahan untuk merapikan pengaturan di kawasan tersebut.
Selain membahas investasi pembangunan venue, Kementerian Pariwisata juga berupaya mempermudah dan mempercepat proses perizinan penyelenggaraan acara. Widiyanti menilai penyelenggaraan event berdampak langsung terhadap perkembangan destinasi wisata.
Ia menambahkan, kegiatan acara juga dapat membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat, seniman, dan pelaku usaha, serta menimbulkan efek pengganda di daerah wisata. Karena itu, Kementerian Pariwisata mendukung penguatan ekosistem usaha penyelenggaraan acara melalui program Event by Indonesia dan Karisma Event Nusantara (KEN).