BERITA TERKINI
Media Israel: AS Siapkan Opsi Hadapi Konflik Berkepanjangan dengan Iran, Trump Gelar Rapat Tertutup

Media Israel: AS Siapkan Opsi Hadapi Konflik Berkepanjangan dengan Iran, Trump Gelar Rapat Tertutup

Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai menyiapkan skenario menghadapi konflik berkepanjangan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. Media Israel menyebut Washington tengah menyusun sejumlah opsi militer dan keamanan apabila eskalasi terus berlanjut.

Dikutip dari Channel 12, Presiden AS Donald Trump disebut menggelar pertemuan tertutup dengan para penasihat senior dan tim keamanan nasional untuk membahas langkah pemerintah selanjutnya terkait Iran. Dalam laporan tersebut, pemerintah AS memperkirakan konflik dapat berlangsung dari beberapa hari hingga satu bulan, bergantung pada respons Iran.

Salah satu faktor yang disebut menjadi penentu adalah ada tidaknya serangan lanjutan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Seorang pejabat, sebagaimana dikutip Channel 12 pada Jumat (10/7), menyampaikan pernyataan bernada keras terkait rencana memberikan tekanan kepada Iran.

Channel 12 juga melaporkan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk meningkatkan tekanan, termasuk kemungkinan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Opsi tersebut sebelumnya pernah disinggung Trump, namun hingga kini belum ada keputusan resmi yang diumumkan. Laporan itu menyebut sejumlah pejabat di lingkaran presiden mendukung langkah tersebut sebagai respons atas meningkatnya ketegangan.

Di sisi lain, media Israel itu menyebut pemerintah AS saat ini disebut belum menginginkan eskalasi terbaru diikuti oleh Israel. Fokus Washington, menurut laporan tersebut, masih pada penanganan konflik secara langsung dengan Teheran.

Meski demikian, Israel dilaporkan menyiapkan langkah antisipasi apabila konflik berkembang lebih luas, termasuk kekhawatiran bahwa negara itu dapat menjadi target serangan dari Iran. Militer Israel (IDF) dan Komando Pusat AS (CENTCOM) juga disebut terus berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan perkembangan situasi.

Laporan mengenai persiapan menghadapi konflik yang lebih panjang ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah rangkaian aksi saling serang antara Washington dan Teheran. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran konflik dapat meluas dan berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Hingga laporan Channel 12 dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi rincian skenario maupun opsi militer yang disebut sedang dipertimbangkan. Namun laporan itu menggambarkan bahwa pemerintah AS disebut tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik dengan Iran berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya.