MASA Singapore menutup rangkaian kegiatannya lewat penyelenggaraan MASA Sound: The Symphony of the Creative Movement di Glassdome, Landmark of Good, Singapura. Acara ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan musisi lintas generasi untuk memperkenalkan keberagaman musik Indonesia kepada audiens internasional.
Direktur Kreatif MASA Singapore 2026, Satriya Gunirta, mengatakan MASA Sound dirancang sebagai wadah yang membuka peluang lebih luas bagi musisi Indonesia untuk tampil di panggung global. Ia menilai keberagaman latar belakang para penampil mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menunjukkan potensi industri musik nasional di tingkat internasional.
“MASA SOUND adalah panggung baru dan audiens baru bagi musik Indonesia. Setiap musisi dalam line-up ini membawa serpihan rumah mereka masing-masing, dan menghadirkan energi itu ke Singapura. Lengkap dengan debut internasional serta suara-suara dari Indonesia Timur dan generasi baru musik Indonesia, momen yang bersejarah untuk musik Indonesia,” ujar Satriya dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026).
Malam puncak acara turut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar, Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia Prof. Eddy Hiariej, Managing Director Emtek Sutanto Hartono, serta CEO Universal Music Southeast Asia Calvin Wong. Kehadiran para pemangku kepentingan dari sektor pemerintah dan industri disebut menunjukkan perhatian terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Rangkaian pertunjukan menampilkan beragam warna musik Indonesia. MARBLES menjalani debut internasional dengan membawakan pop modern, sementara Pengayoman membuka acara dengan lagu bertema persatuan dan kebangsaan yang merepresentasikan identitas Indonesia.
Penampilan lainnya diisi President Tidore dan Alan Darmawan dari Ternate yang memadukan unsur jazz, rock, dangdut, dan musik tradisional Indonesia Timur. Lullaboy atau Bernard Dinata, penyanyi asal Singapura berdarah Indonesia, tampil bersama Matter Mos yang membawa karakter Arabian hip-hop. Acara kemudian ditutup oleh pertunjukan multidisiplin Ican Harem dari Future Loundry.
MARBLES menyebut keterlibatan mereka dalam MASA sebagai pengalaman penting untuk memperkenalkan karya kepada audiens internasional. “MASA adalah perayaan atas setiap pencapaian Indonesia. Sebuah ruang di mana kreativitas, keberagaman, dan berbagai cerita bertemu untuk menunjukkan apa yang mampu kita capai ketika melangkah maju bersama. Sebagai MARBLES, kami bangga dapat menjadi bagian dari pengingat bahwa setiap kemenangan kecil layak untuk dirayakan,” ujar grup tersebut.
MASA Singapore 2026 didukung oleh Astra bersama berbagai mitra dari sektor pemerintah, industri, media, transportasi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi karya kreatif Indonesia sekaligus memperluas jejaring industri di pasar internasional.