BERITA TERKINI
Kemendiksasmen Atur MPLS SMP 2026 Selama Lima Hari, Ini Garis Besar Agendanya

Kemendiksasmen Atur MPLS SMP 2026 Selama Lima Hari, Ini Garis Besar Agendanya

Siswa baru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA, akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum memulai pembelajaran di kelas pada tahun ajaran baru. Untuk pelaksanaan MPLS 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiksasmen) RI menerbitkan panduan kegiatan yang diperbolehkan selama orientasi, termasuk ketentuan untuk siswa SMP yang berlangsung selama lima hari.

Dalam panduan tersebut, agenda MPLS SMP dibagi menjadi dua kelompok, yakni materi utama dan materi pilihan. Materi utama bersifat wajib disampaikan kepada peserta didik baru, sedangkan materi pilihan dapat disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan masing-masing sekolah.

Materi utama yang wajib diberikan mencakup Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta tata krama atau sopan santun dalam bermedia sosial. Selain itu, materi lainnya meliputi budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, Gerakan Indonesia Aman Sehat Resik Indah (ASRI), hingga Gerakan Rukun Sama Teman.

Sementara itu, materi pilihan dapat berisi pendalaman mengenai ciri khas sekolah masing-masing dan materi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan lembaga pendidikan.

Berdasarkan Buku Rujukan MPLS Ramah 2026 dari Kemendiksasmen, susunan kegiatan MPLS SMP diatur secara rinci per hari, lengkap dengan alokasi waktu dari hari pertama hingga hari kelima.

Hari pertama difokuskan pada pengenalan dasar lingkungan sekolah serta penguatan karakter murid baru.

Hari kedua menitikberatkan pada kesehatan fisik, interaksi sosial antarwarga sekolah, serta simulasi keselamatan. Rangkaian kegiatannya meliputi salam sapa murid baru sebelum kegiatan dimulai, kemudian pertemuan Pagi Ceria disertai cek denyut jantung dan tes fleksibilitas selama 90 menit. Setelah itu, ada ruang perjumpaan murid baru selama 90 menit untuk membantu peserta didik mengenal, beradaptasi, dan berinteraksi positif dengan warga sekolah. Hari kedua juga memuat sesi siaga bencana selama 45 menit, lalu ditutup refleksi dan doa penutup selama 15 menit.

Hari ketiga diisi dengan pemetaan kemampuan dasar siswa, serta edukasi mengenai keamanan digital dan kesehatan.

Hari keempat berfokus pada penguatan kesehatan mental, pemahaman kurikulum, serta adaptasi lingkungan.

Hari kelima menjadi momentum bagi siswa untuk menampilkan kreativitas sebelum penutupan resmi MPLS.