BERITA TERKINI
GHO$$ Rilis Video Musik “666”, Perluas Narasi Album ‘The Whitest Blackout’

GHO$$ Rilis Video Musik “666”, Perluas Narasi Album ‘The Whitest Blackout’

GHO$$ memperluas cerita dari album The Whitest Blackout melalui perilisan video musik “666”. Video ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh Mellow Splice, dengan pendekatan visual yang gelap, sinematik, dan sarat simbol untuk menggambarkan pertarungan batin manusia.

Meski menggunakan angka 666 sebagai judul, karya ini tidak diarahkan pada tafsir harfiah yang kerap dilekatkan pada berbagai mitos. “666” justru menempatkan fokus pada sisi psikologis manusia—rasa takut, kemarahan, keputusasaan, hingga dorongan untuk menyerah—yang digambarkan sebagai bayangan yang terus mengikuti langkah seseorang. Di sisi lain, harapan dan kesadaran hadir sebagai cahaya yang selalu berpotensi mengubah arah.

Narasi tersebut berkembang menjadi refleksi bahwa setiap orang menghadapi konflik serupa, meski dalam bentuk dan latar belakang yang berbeda. Tidak ada kepastian tentang siapa yang akan menang dalam pertarungan itu. Melalui “666”, GHO$$ mengajak penonton menyadari bahwa hasilnya sangat bergantung pada cara seseorang menghadapi dirinya sendiri.

Interpretasi ini diterjemahkan Mellow Splice lewat rangkaian adegan yang mengandalkan kontras cahaya dan bayangan. Video tidak dipenuhi dialog maupun penjelasan eksplisit, melainkan memberi ruang bagi penonton untuk memaknai simbol-simbol yang muncul. Pergantian terang dan gelap hadir berulang, seolah menegaskan dua sisi yang selalu berdampingan dalam kehidupan manusia.

Pilihan visual tersebut dinilai efektif karena tidak terjebak pada simbolisme berlebihan. Atmosfer kelam yang menyelimuti video justru membuka ruang kontemplasi, sehingga pesan emosional dari lagu dapat tersampaikan tanpa harus dijelaskan secara langsung. Penonton diajak memasuki suasana penuh ketidakpastian, sembari mengikuti kemunculan secercah cahaya di tengah kegelapan.

Kekuatan lain video ini terletak pada sinematografi yang dikerjakan oleh Moses Sihombing dan Hafizh Armynazrie. Pencahayaan dimanfaatkan secara presisi untuk membangun tekstur visual yang dramatis, dengan sorotan cahaya yang berfungsi naratif, bukan sekadar estetika. Dominasi bayangan dalam bingkai turut menegaskan gagasan bahwa ancaman terbesar kerap datang dari dalam diri.

Lokasi pengambilan gambar di Rossi Musik, sebuah venue legendaris di Jakarta yang dikenal sebagai ruang penting bagi musik independen, memberi karakter tersendiri. Alih fungsi ruang pertunjukan menjadi latar naratif menghadirkan nuansa autentik sekaligus memperkuat atmosfer emosional, tanpa mengalihkan perhatian dari pesan utama.

Secara keseluruhan, video musik “666” menunjukkan keberanian GHO$$ memperluas medium bercerita. Jika lagu menyampaikan pergulatan batin melalui lirik dan komposisi musik, versi visualnya memperkaya pengalaman tersebut lewat simbol-simbol yang membuka banyak tafsir. Keduanya saling melengkapi dan menguatkan tema yang mengalir di sepanjang The Whitest Blackout.

Dalam video ini, GHO$$ juga menekankan bahwa sisi tergelap manusia bukan sesuatu yang harus selalu ditolak. Ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan diposisikan sebagai bagian dari pengalaman hidup yang hampir tak terhindarkan. Yang menentukan arah perjalanan bukan keberadaan bayangan itu, melainkan keputusan untuk terus mencari cahaya ketika segalanya terasa runtuh.

Video musik “666” kini dapat disaksikan di kanal YouTube resmi GHO$$. Bersama album The Whitest Blackout, rilisan ini melengkapi perjalanan naratif yang mengangkat tema kehilangan, depresi, harapan, hingga penerimaan sebagai proses panjang menuju pemahaman diri.