BERITA TERKINI
Festival Layang-Layang Nasional Purworejo 2026 Meriah di Pantai Ketawang, Dorong Harapan Jadi Agenda Tahunan

Festival Layang-Layang Nasional Purworejo 2026 Meriah di Pantai Ketawang, Dorong Harapan Jadi Agenda Tahunan

PURWOREJO — Langit Pantai Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, dipenuhi aneka layang-layang berwarna-warni selama dua hari pelaksanaan Festival Layang-Layang Nasional 2026, Sabtu–Minggu (4–5 Juli 2026). Berbagai bentuk dan ukuran layang-layang menghiasi kawasan pantai, menarik perhatian peserta, pengunjung, hingga wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan.

Festival ini menjadi ajang unjuk kreativitas para pegiat layang-layang dari berbagai daerah. Selain pertunjukan layang-layang, kegiatan juga diisi dengan workshop pembuatan layang-layang untuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Salah satu peserta, Sukania dari komunitas Lapang Kite Depok, Jawa Barat, turut ambil bagian sekaligus dipercaya menjadi pemateri dalam workshop tersebut. Sejak kegiatan dimulai, puluhan siswa memadati lokasi dan mengikuti tahapan pembuatan layang-layang, mulai dari mengenal jenis bahan, merangkai kerangka bambu, memasang kertas, hingga mempelajari teknik menyeimbangkan layang-layang agar dapat terbang dengan baik.

Sukania menilai antusiasme anak-anak menjadi pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti festival di Purworejo. “Saya sangat senang melihat semangat anak-anak di sini. Mereka datang dengan rasa penasaran yang tinggi, banyak bertanya, lalu langsung mencoba membuat layang-layang sendiri. Bahkan setelah selesai, mereka masih ingin belajar lebih banyak. Antusiasme seperti ini membuat kami semakin bersemangat untuk terus mengenalkan budaya layang-layang kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, workshop tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis membuat layang-layang, tetapi juga menanamkan nilai kreativitas, kesabaran, kerja sama, serta kecintaan terhadap permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan pada setiap penyelenggaraan festival agar semakin banyak anak mengenal dan mencintai budaya layang-layang sejak dini.

“Kalau anak-anak sudah menyukai layang-layang sejak sekarang, saya yakin tradisi ini tidak akan hilang. Mereka nantinya bisa menjadi penerus komunitas-komunitas layang-layang di Indonesia,” tambahnya.

Di sisi lain, pengunjung juga merasakan daya tarik tersendiri dari festival ini. Regita Royani, yang datang bersama temannya ke Pantai Ketawang, menilai suasana festival berbeda dibandingkan kegiatan wisata lainnya. Hamparan pantai yang dipenuhi layang-layang, termasuk layang-layang berukuran besar dengan beragam bentuk, membuat pengunjung betah mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga sore.

Regita berharap festival dapat menjadi agenda tetap Pemerintah Kabupaten Purworejo dan diselenggarakan setiap tahun. “Festival seperti ini sangat menarik. Saya berharap bisa diadakan setiap satu tahun sekali karena menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi Kabupaten Purworejo. Selain menghibur masyarakat, kegiatan ini juga mampu memperkenalkan Purworejo kepada wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri,” katanya.

Ia juga menilai penyelenggaraan festival memberi dampak positif bagi warga sekitar. Menurutnya, pelaku UMKM ikut terbantu karena ramai berjualan, sementara penginapan dan destinasi wisata turut meningkat kunjungannya, sehingga perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak. Regita memandang hal itu menunjukkan kegiatan budaya dan rekreasi dapat memberi manfaat luas bila dikelola secara berkelanjutan.

Festival tahun ini juga dihadiri peserta maupun wisatawan dari sejumlah negara, di antaranya Jepang, Prancis, Malaysia, dan Singapura. Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus memperlihatkan bahwa Festival Layang-Layang Nasional Purworejo mulai dikenal di tingkat internasional.

“Semoga tahun depan semakin banyak negara yang ikut hadir. Kalau terus berkembang, saya yakin festival ini bisa menjadi magnet wisata baru yang mendatangkan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Dampaknya tentu akan sangat baik bagi pariwisata dan perekonomian Kabupaten Purworejo,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan selama dua hari, 4–5 Juli 2026, Festival Layang-Layang Nasional di Pantai Ketawang kembali menampilkan potensi Kabupaten Purworejo dalam memadukan wisata alam, budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.