Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 kembali masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan budaya tahunan di Tarakan ini tercatat sebagai bagian dari 125 agenda KEN.
Wali Kota Tarakan Khairul menjelaskan, salah satu syarat agar sebuah kegiatan dapat masuk KEN adalah konsistensi penyelenggaraan setiap tahun, termasuk kepastian jadwal yang diumumkan. Ia juga menyebut syarat lain terkait konten acara yang harus memenuhi ketentuan dan memiliki potensi menarik wisatawan.
Menurut Khairul, banyak kegiatan pariwisata digelar tiap tahun, namun tidak semuanya memenuhi syarat dari sisi konten. Ia menilai konten yang ditawarkan dalam Festival Iraw Tengkayu memiliki daya tarik untuk mendukung pariwisata.
Khairul menegaskan pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu akan tetap dipertahankan meski berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menyebut langkah itu dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung pariwisata daerah. Anggaran yang disiapkan untuk Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 sekitar Rp1 miliar.
Penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 dijadwalkan pada Juli. Sebelumnya, festival ini digelar pada Oktober. Perubahan waktu dilakukan karena pada pengalaman tahun lalu hampir semua kabupaten di Kalimantan Utara melaksanakan kegiatan Iraw pada bulan yang sama, sehingga menyulitkan koordinasi dan kehadiran undangan antarwilayah.
Khairul mengatakan pihaknya kemudian berkonsultasi dengan Ketua Adat untuk memajukan waktu pelaksanaan. Hasilnya, festival dapat digelar lebih awal dengan catatan prosesi tetap tidak diubah. Ia menyebut penyesuaian waktu pernah dilakukan sebelumnya, dari Desember ke Oktober, lalu kembali dievaluasi.
Puncak Festival Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 ditandai dengan prosesi penurunan Padaw Tuju Dulung, perahu khas suku Tidung Pesisir. Di dalam perahu terdapat tempat menyerupai rumah yang diisi sesaji, kemudian perahu tersebut diarungkan ke laut.
Rangkaian acara juga dimeriahkan tarian massal yang diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa di Tarakan. Selain itu, panitia menyediakan stan-stan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara gratis untuk memasarkan produk mereka.
Sebelumnya, rangkaian festival diawali dengan Pawai Budaya Iraw Tengkayu XV di Tarakan pada Sabtu (4/7) yang diikuti 4.411 peserta. Peserta berasal dari sekolah, organisasi perangkat daerah (OPD), paguyuban, organisasi kemasyarakatan, serta unsur TNI dan Polri.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tarakan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tamu undangan serta masyarakat yang hadir dan memadati lokasi acara untuk menyaksikan prosesi budaya.