BERITA TERKINI
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar Industri B50 dari Pulau Laut, Tandai Kesiapan Operasional di Usia 30 Tahun

Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar Industri B50 dari Pulau Laut, Tandai Kesiapan Operasional di Usia 30 Tahun

PT Elnusa Petrofin (EPN) menandai usia ke-30 tahun dengan menunjukkan kesiapan operasionalnya untuk mendukung agenda strategis pemerintah melalui penyaluran perdana Biosolar Industri B50. Penyaluran dilakukan dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menyatakan perjalanan tiga dekade perusahaan merupakan hasil dari kepercayaan, sinergi, dan dedikasi seluruh pemangku kepentingan yang tumbuh bersama perusahaan.

“Selama tiga dekade, kami hadir untuk memastikan energi dapat tersalurkan dengan aman dan andal, sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan lingkungan Indonesia,” kata Doni dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2026.

Doni juga menegaskan tema peringatan HUT ke-30, Connecting Your Energy, sebagai komitmen perusahaan untuk menghubungkan energi dengan berbagai aktivitas yang menggerakkan Indonesia. Menurutnya, penyaluran energi perlu ditopang sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta tanggung jawab terhadap keselamatan dan keberlanjutan.

Dalam upaya menjaga keandalan distribusi energi nasional, Elnusa Petrofin memperkuat transformasi digital di berbagai lini operasional. Sejumlah inovasi yang dikembangkan antara lain Road Traffic Control (RTC) dan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR).

RTC mengintegrasikan teknologi pelacakan GPS dan kamera berbasis kecerdasan buatan untuk memantau pergerakan armada, kondisi pengemudi, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta potensi penyimpangan rute secara waktu nyata. Sementara RADAR digunakan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas dan integritas aset, terutama di lokasi operasional terpencil atau yang membutuhkan pengawasan khusus.

Pemanfaatan teknologi tersebut disebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat operational excellence dan Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) excellence, sekaligus memastikan proses distribusi energi berjalan aman, efisien, andal, dan bertanggung jawab. Transformasi digital ini juga diarahkan untuk melindungi pekerja, masyarakat, aset perusahaan, serta lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Sejalan dengan dinamika industri energi, Elnusa Petrofin menyatakan terus memperkuat perannya dalam mendukung agenda transisi energi dan target Net Zero Emissions 2060. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui keterlibatan perusahaan dalam implementasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.

Inisiatif Green Terminal mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkular, perlindungan biodiversitas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Keterlibatan dalam program tersebut, bersama penyaluran Biosolar Industri B50, disebut sebagai bagian dari transformasi Elnusa Petrofin dari perusahaan logistik energi konvensional menuju penyedia jasa energi terintegrasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan energi rendah karbon.

Selain itu, perusahaan juga menyampaikan komitmen untuk mendorong efisiensi energi, pengelolaan limbah, penghijauan, konservasi lingkungan, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas bisnisnya.