Jember — Relawan JamkesWatch FSPMI melakukan pendampingan terhadap dua warga di Jember yang membutuhkan bantuan terkait layanan kesehatan dan bantuan sosial. Pendampingan ini dilakukan di luar agenda organisasi, setelah relawan menerima laporan dari masyarakat.
Peristiwa bermula saat Muhamad Waffiqur Rohman, Relawan JamkesWatch Surabaya, bersilaturahmi ke Kantor Konsulat Cabang (KC) FSPMI Jember. Di lokasi tersebut, ia bertemu Nofi Cahyo Hariyadi yang merupakan pengurus KC FSPMI Jember sekaligus Relawan Kesehatan Kabupaten Jember. Dalam kesempatan itu, Waffiq juga bermalam di kantor.
Di tengah kegiatan silaturahmi, keduanya menerima informasi mengenai dua pasien yang memerlukan pendampingan. Tanpa menunggu agenda khusus, mereka kemudian bergerak menindaklanjuti laporan tersebut.
Pasien pertama, Anggi Krismanu Tri Prakoso, merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjalani pengobatan kanker paru. Berdasarkan laporan yang diterima relawan, Anggi sebelumnya menjalani pemeriksaan di RSUD dr. Soebandi Jember sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah pemeriksaan di Surabaya, pasien dijadwalkan menjalani kontrol pada 15 Juli 2026.
Untuk memastikan pasien memperoleh penjelasan yang jelas terkait proses rujukan, Waffiq bersama Nofi berkoordinasi langsung dengan Poli Paru RSUD dr. Soebandi Jember. Dari penjelasan pihak poli, rujukan dilakukan karena obat kemoterapi Pemetrexed yang dibutuhkan pasien belum tersedia di RSUD dr. Soebandi, sehingga pasien dirujuk ke rumah sakit yang memiliki ketersediaan obat tersebut.
Selain pendampingan terhadap Anggi, relawan juga menerima laporan terkait pasien bernama Ribut yang membutuhkan pendampingan mengenai bantuan sosial. Menindaklanjuti laporan itu, relawan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial melalui komunikasi bersama Anggota DPRD Hanan dan Ketua DPRD Halim melalui grup WhatsApp, sebagai upaya mempercepat penanganan yang dibutuhkan pasien.
Nofi Cahyo Hariyadi menyampaikan pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen Relawan JamkesWatch FSPMI dalam mengawal hak masyarakat atas pelayanan kesehatan serta menjembatani komunikasi warga dengan instansi terkait.
“Mas Waffiq sebenarnya hanya sedang bersilaturahmi ke Jember. Tidak ada agenda pendampingan. Namun ketika ada laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak bersama. Bagi kami, JamkesWatch FSPMI tidak mengenal batas wilayah maupun agenda. Selama masyarakat membutuhkan pendampingan, kami akan berupaya hadir memberikan bantuan,” ujar Nofi.
Menurut Nofi, peran relawan bukan untuk mencari kesalahan pihak mana pun, melainkan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan pelayanan sesuai haknya sebagai peserta JKN.
Relawan JamkesWatch FSPMI menyatakan terus membawa semangat “Sehat adalah Hak Rakyat” dalam pendampingan di masyarakat, termasuk membantu penyelesaian kendala akses layanan kesehatan maupun bantuan sosial.