Pamekasan—Buku berjudul Pamekasan Mencari Identitas yang disusun Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) ditawarkan untuk menjadi bahan kajian dalam rangkaian Dies Natalis ke-60 UIN Madura. Tawaran tersebut disampaikan Rektor UIN Madura, Dr. Syaiful Hadi, saat menerima silaturahmi jajaran pengurus AJP di ruang rektor pada Jumat (10/7/2026).
Syaiful Hadi menilai buku tersebut memiliki nilai akademik karena memuat beragam dinamika sosial, budaya, pemerintahan, hingga pembangunan daerah yang layak dibahas di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyatakan kampus mendukung kolaborasi dengan AJP, terutama yang berkaitan dengan kajian buku yang dinilai memiliki nilai ilmiah dan dapat memperkaya khazanah keilmuan.
Ia juga menegaskan UIN Madura terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang dapat memperkuat tradisi akademik. Melalui kajian buku ini, ia berharap kegiatan tidak sekadar menjadi agenda seremonial Dies Natalis, melainkan forum diskusi yang menghadirkan pemikiran kritis dari mahasiswa, dosen, peneliti, jurnalis, dan masyarakat. Gagasan dalam buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus memberi rekomendasi bagi pembangunan Kabupaten Pamekasan.
Sementara itu, Ketua AJP M. Khairul Umam menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UIN Madura. Menurutnya, tawaran menjadikan kajian buku sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis merupakan penghargaan bagi organisasi dan para jurnalis yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut.
Khairul Umam mengatakan buku Pamekasan Mencari Identitas lahir dari semangat para jurnalis untuk mendokumentasikan sekaligus mengulas berbagai persoalan yang berkembang di Pamekasan. Ia berharap kajian bersama kalangan akademisi dapat memperluas perspektif dan melahirkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.
Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan bahwa karya jurnalistik tidak berhenti sebagai produk pemberitaan, tetapi juga dapat menjadi bahan kajian akademik yang berkontribusi pada pemikiran pembangunan daerah. AJP berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut dan memperkuat tradisi literasi di Pamekasan.