BERITA TERKINI
Bellingham Bersinar di Piala Dunia 2026: Rehabilitasi, Peran Baru, dan Kunci Permainan Inggris

Bellingham Bersinar di Piala Dunia 2026: Rehabilitasi, Peran Baru, dan Kunci Permainan Inggris

Jude Bellingham perlahan memulihkan reputasinya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia setelah menjalani musim yang disebut penuh pasang surut bersama Real Madrid. Di Piala Dunia 2026, pemain kelahiran 2003 itu tampil konsisten dan menjadi sosok yang dinilai tak tergantikan dalam upaya Inggris mengejar gelar.

Turnamen ini kembali menjadi panggung bagi para bintang untuk menunjukkan kualitasnya. Dalam konteks itu, Bellingham memanfaatkan Piala Dunia 2026 untuk menegaskan kebangkitannya, dengan performa yang terus menonjol sejak awal kompetisi.

Pada dini hari 11 Juli (waktu Vietnam), Bellingham kembali menjadi pusat perhatian saat membawa Inggris melaju ke semifinal. Dalam laga dramatis di Miami, gelandang Real Madrid tersebut mencetak dua gol dan membantu Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Norwegia setelah 120 menit pertandingan.

Sebelumnya, saat menghadapi Meksiko, ia juga tampil menonjol dalam pertandingan yang disebut sebagai salah satu penampilan terbaiknya dalam waktu lama. Bellingham mencetak dua gol, sekali mengenai tiang gawang, kerap melewati pemain bertahan lawan lewat dribel, serta melakukan aksi defensif penting yang mencegah Inggris kebobolan. Ia terlibat dalam banyak momen krusial sepanjang laga di Stadion Azteca.

Hingga titik ini, Bellingham dinilai telah kembali ke performa puncaknya—level yang ia pertahankan secara konsisten sepanjang Piala Dunia 2026. Bermain di posisi yang disebut sebagai favoritnya, ia berperan besar dalam membawa Inggris menembus semifinal dan telah empat kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan.

Performa tersebut juga memunculkan berbagai tajuk pujian di media internasional, yang menggambarkannya kembali menjadi pahlawan bagi timnya.

Salah satu faktor yang disebut berpengaruh terhadap kebangkitan Bellingham adalah program pemulihan fisik yang dijalaninya. Menurut surat kabar Spanyol AS, pada Maret lalu ia menghabiskan lima hari di klinik kedokteran olahraga Isokinetic di London untuk menangani cedera hamstring yang terus berulang.

Klinik itu dikelola Dr. Jesús Olmo, mantan direktur medis Real Madrid. Bellingham disebut mencari perawatan di sana atas saran Dr. Pieter D'Hooghe setelah penanganan sebelumnya tidak memberikan hasil yang diinginkan.

Di Isokinetic, tim ahli melakukan penilaian menyeluruh terhadap sistem muskuloskeletal Bellingham. Hasil pemeriksaan disebut menemukan sejumlah keterbatasan biomekanik yang memengaruhi kemampuannya berakselerasi, mengubah arah, serta menjaga performa dalam satu setengah musim terakhir.

Setelah penyebabnya diidentifikasi, tim medis menyusun program rehabilitasi intensif yang dipersonalisasi untuk meningkatkan mobilitas dan mengatasi akar masalah fisiknya. Dampaknya disebut terasa hampir seketika: tingkat kebugaran meningkat, pergerakan menjadi lebih efisien, dan kontribusinya dalam perebutan bola serta pengaruhnya di pertandingan ikut membesar.

Masih menurut AS, Bellingham mempertahankan program latihan individual tersebut setelah perawatan berakhir. Langkah itu dianggap penting untuk menjaga kondisi fisiknya menjelang Piala Dunia, dan disebut akan terus diterapkan ketika ia kembali ke Real Madrid pada musim baru demi meminimalkan risiko cedera berulang serta menjaga performa.

Di sisi taktik, peran Bellingham juga semakin menonjol di bawah pelatih Inggris, Thomas Tuchel. Seiring turnamen berjalan, keraguan mengenai hubungan keduanya disebut mereda. Beberapa bulan sebelumnya, Tuchel sempat menyatakan, “Jude harus menerima dan menghormati keputusan saya,” di tengah laporan hubungan yang tegang. Bellingham bahkan disebut sempat meminta saran kepada Carlo Ancelotti tentang cara bersikap dan bekerja dengan manajer timnas tersebut.

Kini, performa Bellingham membuatnya menjadi pemain kunci dalam sistem Tuchel. Pelatih asal Jerman itu juga menyesuaikan perannya agar lebih sesuai dengan kekuatannya: alih-alih sering turun jauh untuk mengatur permainan, Bellingham didorong bermain lebih dekat ke gawang lawan—area yang disebut paling nyaman dan paling efektif baginya.

Penyesuaian tersebut memberi Bellingham lebih banyak kesempatan terlibat langsung dalam fase menyerang, termasuk menembus kotak penalti, melepaskan tembakan, dan menciptakan peluang. Pelatih Meksiko Javier Aguirre turut memuji Bellingham usai pertandingan, menyebutnya pemain luar biasa yang memiliki kualitas lengkap untuk level tertinggi.

Di luar kontribusi teknis, sikap Bellingham di lapangan juga disebut menonjol. Ia kerap berkomunikasi dengan rekan setim, memberikan dukungan sepanjang pertandingan, dan tetap menunjukkan rasa hormat kepada lawan.

Dari sudut pandang permainan, serangan Inggris di Piala Dunia 2026 dibangun di sekitar dua figur utama: Harry Kane dan Jude Bellingham. Kane mencatat 6 gol dan 2 assist, sementara Bellingham menyumbang 6 gol dan 1 assist. Keduanya disebut berkolaborasi dengan baik dan saling memahami pergerakan, terutama dalam skema serangan dari sisi lapangan yang disukai Tuchel. Bellingham pun kerap hadir di momen yang tepat untuk membuat perbedaan.

Seiring Inggris melangkah lebih jauh, pengaruh Bellingham terhadap gaya bermain tim semakin terlihat. Ia tidak hanya menjadi sumber inspirasi di lini tengah, tetapi juga penghubung penting yang membantu “Three Lions” menjaga daya gedor serangan sembari terus mengejar ambisi menjadi juara.