BERITA TERKINI
Wisata Wellness di Jawa Tengah Menguat, Tawarkan Rekoneksi Alam dan Tradisi untuk Pemulihan

Wisata Wellness di Jawa Tengah Menguat, Tawarkan Rekoneksi Alam dan Tradisi untuk Pemulihan

Tren perjalanan wisata pasca pandemi mengalami pergeseran dari sekadar berlibur menjadi upaya pemulihan kesehatan mental dan spiritual. Di tengah perubahan itu, wisata wellness di Jawa Tengah kian menonjol dan memposisikan diri sebagai salah satu pusat destinasi di Indonesia.

Beragam pilihan yang ditawarkan menggabungkan kearifan lokal, pengobatan herbal, serta kenyamanan menginap di alam terbuka. Kombinasi ini diarahkan untuk membantu pengunjung menyeimbangkan dimensi fisik dan spiritual melalui pengalaman yang lebih tenang dan terarah.

Di kawasan lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, pengembangan herbal tourism menjadi salah satu daya tarik. Rumah Atsiri Indonesia hadir sebagai pusat edukasi aromatik, sementara Rumah Riset Jamu Hortus Medicus menawarkan ruang untuk mendalami sains jamu.

Pengalaman serupa juga dapat ditemukan di Dataran Tinggi Dieng. Di kawasan ini, konsep glamour camping (glamping) berkembang, salah satunya melalui Bobocabin Dieng Pass yang mengintegrasikan teknologi modern untuk menciptakan suasana istirahat personal di kaki Gunung Prau.

Di Kabupaten Purworejo, De’Loano Glamping di kawasan Borobudur Highland mengusung konsep forest healing. Berada di tengah hutan pinus Menoreh, destinasi ini menawarkan suasana tenang dan udara bersih sebagai bagian dari upaya memulihkan energi.

Sementara itu di Magelang, beberapa akomodasi menonjolkan fasilitas yang terkait dengan relaksasi. MesaStila Resort and Spa menawarkan Turkish Hammam serta sajian jamu segar. Adapun Artotel Leguna Magelang menekankan desain arsitektur dengan sirkulasi udara alami.

Inovasi wisata wellness di Jawa Tengah juga ditunjukkan melalui proyek “Republic Cassava” di Desa Deyangan. Proyek ini mengintegrasikan agrowisata berbasis pangan sehat dengan relaksasi di tepi Sungai Progo.

Dari sisi kebijakan dan dukungan industri, pemerintah dan sektor swasta disebut berkomitmen pada pariwisata berkelanjutan melalui fitur Tiket Green untuk akomodasi ramah lingkungan, serta penguatan kebijakan daya dukung wisata di Taman Nasional Karimunjawa.

Di Salatiga, Dancing Mountain House menjadi contoh lain bagaimana arsitektur bambu dapat dirancang selaras dengan alam, memperkuat kesan menyatu dengan lingkungan.

Dengan ragam pilihan mulai dari edukasi herbal hingga pengalaman menenangkan di alam, wisata wellness di Jawa Tengah diposisikan bukan hanya sebagai tempat singgah, melainkan destinasi bagi pengunjung yang ingin kembali menemukan keseimbangan hidup.