Bali tetap menjadi destinasi favorit wisatawan, namun daya tariknya kini tidak lagi hanya bertumpu pada pantai, hamparan sawah, atau kekayaan budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Dewata semakin mengukuhkan diri sebagai tujuan wellness tourism, menawarkan pengalaman liburan yang membantu pemulihan tubuh sekaligus pikiran.
Perubahan terlihat dari preferensi wisatawan dalam memilih akomodasi. Jika sebelumnya pemandangan menjadi pertimbangan utama, kini fasilitas yang mendukung relaksasi menyeluruh juga semakin dicari. Spa, yoga pavilion, sauna, hingga area kolam renang yang dirancang sebagai bagian dari pengalaman wellness menjadi nilai tambah bagi hotel dan resort.
Salah satu konsep yang kian menonjol adalah water wellness. Konsep ini tidak sekadar menghadirkan kolam renang sebagai fasilitas pelengkap, melainkan memanfaatkan elemen air untuk menciptakan rasa nyaman, menenangkan pikiran, serta meningkatkan kualitas pengalaman menginap. Berbagai fasilitas seperti hydrotherapy pool, jacuzzi, cold plunge, hingga area relaksasi berbasis air semakin banyak dijumpai, terutama di hotel dan resort premium.
Tren tersebut turut mendorong industri perhotelan untuk terus berinovasi. Sejumlah pelaku usaha mengembangkan fasilitas wellness yang tidak hanya menonjol secara estetika, tetapi juga fungsional. Area kolam renang pun semakin sering dirancang sebagai ruang menikmati ketenangan, didukung teknologi pengelolaan air dan desain modern untuk memperkuat pengalaman yang ditawarkan.
Dalam konteks itu, hadir pula inisiatif yang mendukung ekosistem wellness di Bali, salah satunya melalui pembukaan Fluidra Experiencia Bali. Ini merupakan showroom pertama Fluidra Indonesia yang mengusung konsep Experience Water, Elevate Wellness. Ruang tersebut dirancang sebagai experience center agar pengunjung—mulai dari hotelier, arsitek, desainer, hingga pemilik properti—dapat melihat penerapan teknologi, desain, dan inovasi untuk menciptakan area kolam renang serta fasilitas wellness berstandar global.
“Fluidra Experiencia Bali bukan hanya sebuah showroom, tetapi sebuah ruang pengalaman. Melalui tempat ini, kami ingin mengajak pelanggan, distributor, dan mitra untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi, desain, dan inovasi Fluidra dapat menghadirkan pengalaman air yang lebih baik,” ujar Andri Ricardo, Managing Director Fluidra Indonesia.
Pemilihan Bali sebagai lokasi experience center tersebut disebut sejalan dengan posisi Bali sebagai salah satu destinasi hospitality terkemuka di dunia. Ekosistemnya dinilai terus berkembang seiring meningkatnya permintaan fasilitas wellness berkualitas internasional. Bertambahnya hotel, vila, resort, hingga retreat center yang mengedepankan konsep kesehatan dan relaksasi juga membuat kebutuhan solusi kolam renang dan wellness ikut meningkat.
Perkembangan ini memperlihatkan definisi liburan yang perlahan berubah. Wisatawan tidak hanya mengejar koleksi foto, tetapi juga menginginkan tubuh yang lebih segar, pikiran yang lebih tenang, dan energi yang kembali terisi. Di tengah laju wellness tourism, water wellness diperkirakan menjadi salah satu elemen penting yang membentuk masa depan pengalaman menginap, khususnya di destinasi seperti Bali.