BERITA TERKINI
Desa Wisata Durensari Trenggalek Bertransformasi Jadi Forest Wellness Tourism

Desa Wisata Durensari Trenggalek Bertransformasi Jadi Forest Wellness Tourism

Desa Wisata Durensari di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, selama ini dikenal ramai dikunjungi wisatawan saat momen panen raya durian. Kini, destinasi tersebut terus berbenah dengan membangun identitas baru sebagai Forest Wellness Tourism.

Forest Wellness Tourism merupakan bentuk wisata kebugaran yang memanfaatkan lingkungan hutan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Konsep ini dinilai sesuai dikembangkan di Durensari karena kondisi alamnya yang masih asri dan lestari.

Transformasi tersebut digagas oleh Raki Perwakilan Kabupaten Trenggalek dalam Pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2026, Jenna Adelya Fansdena, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) setempat melalui program Nyawidji Alam Rasa.

“Program ini hadir sebagai upaya mendorong pengembangan pariwisata yang tidak lagi bergantung pada musim panen durian, melainkan mampu menghadirkan pengalaman wisata berbasis alam yang dapat dinikmati sepanjang tahun, melalui pendekatan Community-Based Tourism (CBT),” kata Jenna, Rabu (15/7/2026).

Jenna menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari pemanfaatan kekayaan alam sebagai ruang pemulihan. Menurutnya, berada di lingkungan hutan yang asri dapat menurunkan tingkat stres, meningkatkan relaksasi, serta memberi manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Konsep wisata ini memadukan alam, budaya, dan keterlibatan masyarakat dalam satu rangkaian pengalaman. Pada tahap uji coba awal, tim pengembang membuka paket Laras Jiwa yang berisi wellness experience, antara lain yoga di alam terbuka, forest bathing melalui aktivitas napak wana, serta hydrotherapy di Kali Bawok.

Selain itu, wisatawan juga ditawarkan pengalaman menikmati wedang herbal khas desa dan sesi refleksi diri yang dipandu psikolog Syafira Putri Ramadhani, serta diperkaya nilai-nilai budaya lokal. Jenna menambahkan, seluruh rangkaian tersebut dirancang agar wisata tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memberi ruang pemulihan fisik, mental, dan emosional.

Upaya pengembangan Durensari juga dilakukan melalui penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penyusunan paket wisata, digitalisasi promosi, serta pemberdayaan UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Ini dilakukan dengan kolaborasi dari multisektor, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat,” ujar Jenna.

Program yang diluncurkan sejak Juni 2026 ini dikembangkan melalui rangkaian diskusi, pelatihan, dan pendampingan bersama Pokdarwis Desa Wisata Durensari. Melalui proses tersebut, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada konsep Forest Wellness Tourism, tetapi juga didorong mengembangkan potensi lokal menjadi pengalaman wisata.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Durensari, Unik Winarsih, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai konsep Forest Wellness Tourism layak dikembangkan untuk memperkuat identitas Durensari sebagai wisata alam berkelanjutan.

“Kami merasa senang karena masyarakat dilibatkan sejak awal dalam proses pengembangan. Pendampingan ini membuat kami lebih percaya diri untuk mengelola potensi desa dengan cara yang berbeda,” kata Unik.

Pokdarwis berharap program ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Durensari sebagai desa wisata unggulan di Trenggalek.