BERITA TERKINI
Wali Kota Solo Bawa Misi Java Wellness City di World Cities Summit Singapura

Wali Kota Solo Bawa Misi Java Wellness City di World Cities Summit Singapura

Wali Kota Solo Respati memaparkan gagasan pengembangan kota melalui konsep Java Wellness City dalam ajang World Cities Summit 2026 di Singapura. Ia tampil sebagai pembicara pada sesi bertajuk Small Giants: The Cities Rewriting the Rules bersama Wali Kota Heidelberg Eckart Würzner dan Wakil Wali Kota Ipswich Nicole Jonic, Senin (15/6/2026).

Dalam forum yang membahas kota-kota berukuran relatif kecil namun dinilai inovatif, Respati menjelaskan perkembangan Kota Solo sekaligus tantangan yang dihadapi, terutama terkait penguatan sektor pariwisata. Menurutnya, Java Wellness City merupakan upaya memadukan budaya Jawa dengan kesehatan holistik, lingkungan yang lestari, kenyamanan perkotaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jawa Wellness adalah jalan hidup berkualitas yang berakar pada nilai-nilai budaya Jawa. Kota tidak hanya harus tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu memberikan ketenangan, kesehatan, dan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung,” kata Respati dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).

Respati menyebut Solo memiliki sejumlah potensi yang mendukung konsep tersebut, mulai dari tradisi jamu, pijat tradisional, batik, olah napas, kuliner sehat, pasar tradisional, kampung budaya, hingga keramahan masyarakat. Ia berharap pengembangan Java Wellness City tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi perajin, peracik jamu, pelaku UMKM, hingga warga di tingkat kampung.

Ia menegaskan pengembangan pariwisata berbasis wellness tidak bisa dilepaskan dari persoalan lingkungan. Menurutnya, kebersihan kota menjadi syarat utama jika Solo ingin dikenal sebagai destinasi wellness kelas dunia.

“Kita tidak mungkin menawarkan konsep ‘Java Wellness City’ kepada dunia internasional apabila persoalan lingkungan belum kita selesaikan, sungai-sungai masih kotor dan kawasan warisan budaya belum kita benahi,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Solo mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui penguatan bank sampah, pengurangan sampah dari sumbernya, serta pengembangan ekonomi sirkular di tingkat kampung. Respati menyatakan langkah tersebut sejalan dengan filosofi Jawa Hamemayu Hayuning Bawana yang menekankan pentingnya menjaga keindahan dan keseimbangan dunia.

Ke depan, Solo ditargetkan menjadi destinasi wellness berbasis budaya Jawa yang dikenal secara global. Wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menikmati warisan sejarah, tetapi juga merasakan suasana kota yang bersih, nyaman, dan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat.

“Saya ingin Surakarta dikenal dunia sebagai kota yang mampu menjaga tradisi Jawa, mengurangi sampah, mengembangkan ekonomi ramah lingkungan, dan tetap menghadirkan kenyamanan modern,” kata Respati.

World Cities Summit 2026 berlangsung pada 14–16 Juni 2026 dengan tema Liveable and Sustainable Cities: ACT Now!. Kehadiran Respati dalam forum tersebut disebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama internasional bagi Solo di bidang pariwisata, kebudayaan, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga industri wellness.