BERITA TERKINI
Studi: Sleep Apnea dan Mendengkur Diduga Dapat Mempercepat Pertumbuhan Tumor

Studi: Sleep Apnea dan Mendengkur Diduga Dapat Mempercepat Pertumbuhan Tumor

Tak semua orang menyadari kebiasaannya mendengkur saat tidur. Namun, sebuah studi dari peneliti Hospital Clinic of Barcelona mengingatkan bahwa kondisi yang kerap dianggap sepele ini dapat berkaitan dengan pertumbuhan kanker, terutama pada orang yang mengalami sleep apnea.

Dalam studi tersebut, tumor disebut dapat tumbuh lebih cepat pada penderita sleep apnea, yakni gangguan tidur yang ditandai dengan terhambatnya pernapasan saat tidur dan dapat memicu dengkuran.

Bagaimana mendengkur dikaitkan dengan pertumbuhan tumor

Peneliti menjelaskan, mendengkur terjadi ketika otot di tenggorokan “ambruk” sehingga membatasi suplai udara ke dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan organ-organ vital kekurangan oksigen, yang dikenal sebagai hypoxia.

Menurut penjelasan studi, tubuh kemudian merespons hypoxia dengan melepaskan protein yang memicu terbentuknya lebih banyak pembuluh darah. Respons ini dapat membantu mengatasi masalah suplai oksigen. Namun, protein tersebut juga diduga dapat memberi “bahan bakar” bagi sel kanker dan mempercepat pertumbuhannya.

Masih berdasarkan percobaan pada tikus

Peneliti mengakui temuan ini masih sebatas hasil percobaan pada tikus. Meski demikian, hasil studi tersebut dinilai dapat memberi gambaran mengenai kaitan antara pembatasan oksigen dan persebaran kanker.

“Mekanisme tubuh ketika menghadapi hypoxia memberikan gambaran tentang mengapa kondisi yang dapat membatasi aliran oksigen ke organ atau jaringan tubuh seperti halnya sleep apnea dapat mempercepat persebaran kanker,” kata salah satu peneliti, Dr Antoni Vilaseca.

Upaya yang disebut dapat menurunkan risiko

Studi ini juga dipandang dapat menjelaskan dampak buruk kurang tidur atau kualitas tidur yang rendah terhadap perkembangan atau risiko kemunculan kanker. Di sisi lain, disebutkan bahwa pasien yang rutin berolahraga dan menggunakan masker khusus untuk mengatasi sleep apnea saat tidur dapat mengurangi risiko persebaran kanker.

Penyebab sleep apnea belum dipastikan

Hingga kini, penyebab sleep apnea disebut belum dapat dipastikan. Namun, sebagian besar peneliti menilai kondisi ini mungkin berkaitan dengan beberapa faktor berikut:

  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol