BERITA TERKINI
Kalapas Rangkasbitung Isi Materi Melek Hukum dalam LDK Calon Pengurus OSIS Ponpes Latansa 2

Kalapas Rangkasbitung Isi Materi Melek Hukum dalam LDK Calon Pengurus OSIS Ponpes Latansa 2

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Rangkasbitung, Muarif Khakim, menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi calon pengurus OSIS Pondok Pesantren Latansa 2 Rangkasbitung, Kamis (30/10/2025). Kegiatan yang digelar di Aula Lapas Rangkasbitung itu diikuti 64 peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Muarif menyampaikan materi bertema “Melek Hukum dan Undang-Undang Perlindungan Anak”. Para peserta mengikuti pemaparan dengan antusias dan terlibat aktif dalam diskusi mengenai pentingnya memahami hukum serta peran Undang-Undang Perlindungan Anak dalam melindungi hak-hak pelajar.

Muarif menekankan bahwa pemahaman hukum perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang taat aturan dan berperilaku positif. “Pemahaman hukum harus ditanamkan sejak muda agar anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang sadar aturan, menghargai hak orang lain, dan mampu menjadi pelopor ketertiban di lingkungannya. Kami bangga dapat berbagi dan berkontribusi dalam membentuk calon pemimpin yang berkarakter,” ujarnya.

Pihak Pondok Pesantren Latansa 2 menyampaikan apresiasi atas dukungan Lapas Rangkasbitung yang memfasilitasi pelaksanaan LDK. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemasyarakatan itu diharapkan dapat berlanjut untuk membangun sinergi dalam mencetak generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan berakhlak mulia.

Selain memperoleh pengetahuan tentang hukum, kegiatan ini juga memberi pengalaman berbeda bagi para santri karena mereka dapat melihat langsung proses pembinaan terhadap warga binaan. Pengalaman tersebut dipandang sebagai pembelajaran mengenai pentingnya menjauhi perilaku melanggar hukum, sekaligus menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sosial di kalangan pelajar.

Melalui kegiatan serupa, Lapas Rangkasbitung berharap dapat terus berperan dalam edukasi hukum bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri. Sinergi dengan dunia pendidikan juga diharapkan melahirkan pemimpin muda berintegritas yang menjunjung nilai keadilan serta menjadi agen perubahan menuju masyarakat yang tertib dan berkeadilan.