BERITA TERKINI
Casting FTV SCTV di Bontang Ditutup, Syuting Dijadwalkan 15–30 Oktober 2025

Casting FTV SCTV di Bontang Ditutup, Syuting Dijadwalkan 15–30 Oktober 2025

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata serta Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang memastikan proses casting film televisi (FTV) yang digelar SCTV resmi ditutup pada 12 Oktober 2025.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispoparekraf Bontang, Doddy Rosdian, menyatakan tidak ada perpanjangan waktu pendaftaran karena jadwal produksi sudah ditetapkan. Syuting direncanakan berlangsung pada 15–30 Oktober 2025 di sejumlah lokasi di Kota Bontang.

Doddy mengatakan, meski jumlah pendaftar belum banyak, Dispoparekraf telah mengantisipasi kebutuhan pemeran dengan menggandeng sejumlah sanggar dan komunitas teater di Bontang. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan pemain terpenuhi apabila masih ada karakter yang belum terisi.

Seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni casting secara daring dan tatap muka langsung. Proses penilaian melibatkan tim juri dari SCTV, pelaku industri kreatif, serta akademisi. Dari rangkaian seleksi tersebut, ditargetkan terpilih 12–16 pemeran utama dan pendukung dari berbagai kategori usia, mulai 17 hingga 50 tahun.

Menurut Doddy, selama 15 hari produksi akan dibuat tiga judul FTV. Tema umum yang diangkat mencakup kehidupan anak muda, potensi wisata bahari, serta aktivitas olahraga di Bontang.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan SCTV berawal dari inisiatif Dispoparekraf yang ingin menghadirkan industri film nasional ke luar kota besar. Setelah melihat potensi Bontang, pihak stasiun televisi disebut memberikan respons positif sehingga proyek tersebut cepat terealisasi.

Meski waktu persiapan sekitar satu bulan, Doddy menyebut dukungan dari Pemerintah Kota Bontang, perusahaan besar, serta komunitas lokal membantu pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Hasil produksi akan diumumkan kepada masyarakat setelah jadwal tayang ditentukan oleh SCTV.

Doddy menambahkan, apabila proyek perdana ini berjalan sukses, SCTV disebut berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan memproduksi hingga enam judul film di Bontang dalam setahun.