Pasar kripto kembali menyoroti pergerakan XRP setelah sejumlah analis teknikal menilai struktur harganya pada 2025 menunjukkan kemiripan dengan pola pada 2017, periode yang kemudian diikuti reli besar. Analis populer Amonyx (@amonbuy) menyebut momen kenaikan XRP dinilai semakin dekat, merujuk pada pola historis yang sebelumnya memicu lonjakan tajam.
Analisis tersebut menguat setelah unggahan XRPunkie (@Shawnmark7899) yang membandingkan grafik mingguan XRP 2017/2018 dengan 2025. Ia menyoroti kemunculan wick panjang yang menyentuh area support terendah, lalu diikuti pemantulan yang membentuk channel naik. Pada 2017, pola serupa menjadi awal reli lebih dari 1.000% dan mendorong XRP menembus rekor harga di atas US$3.
Menurut XRPunkie, grafik 2025 memperlihatkan struktur yang hampir identik, dengan XRP kembali menguji trendline bawah pada channel naik jangka panjang. Ia menilai, jika area support tersebut mampu bertahan, peluang pergerakan naik yang kuat tetap terbuka.
Dalam proyeksi teknikalnya, analis menggunakan Fibonacci Extension untuk memperkirakan target harga potensial. Sejumlah level yang disorot meliputi Fib 1.272 di US$9,11, Fib 1.414 di US$15,04, dan Fib 1.618 di US$30,90. Pada saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan sekitar US$2,39 (sekitar Rp39.600), sehingga pergerakan menuju level-level tersebut dinilai mencerminkan potensi kenaikan sekitar 300% hingga 1.000%.
Di tengah fluktuasi pasar kripto, optimisme terhadap XRP disebut meningkat karena aset ini dinilai masih menjaga struktur harga dalam channel naik multi-tahun. Amonyx menilai kondisi saat ini mencerminkan fase konsolidasi yang sehat sebelum potensi breakout. Ia juga menyebut kesamaan pola antar-siklus dapat menjadi indikator kepercayaan pasar pada jangka menengah.
Sejumlah analis teknikal lain turut menilai XRP belum menunjukkan sinyal bearish selama harga bertahan di atas area support utama US$2,20–US$2,30. Konsolidasi yang terjadi justru dipandang sebagai fase “compression before expansion”, yakni pola pengetatan pergerakan sebelum kenaikan signifikan.
Meski demikian, analis juga mengingatkan bahwa kemiripan pola historis tidak otomatis menghasilkan pergerakan yang sama, mengingat pasar kripto saat ini dinilai lebih kompleks dan dipengaruhi beragam faktor. Namun, kombinasi pembacaan teknikal, proyeksi Fibonacci, serta sentimen pasar membuat sebagian pelaku pasar tetap melihat peluang bullish jangka menengah pada XRP.

