Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat peningkatan konsumsi Pertamax Green di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pertamax Green merupakan bahan bakar berkualitas tinggi dengan kandungan bioetanol yang diklaim ramah lingkungan.
Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan konsumsi Pertamax Green di Jawa Tengah dan DIY tumbuh hingga 336,8% dari target 2025. Capaian tersebut setara 512 kilo liter yang tersebar di 15 SPBU.
Menurut Taufiq, antusiasme masyarakat terlihat di sejumlah kota besar, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Brebes, yang menjadi pusat peredaran utama produk tersebut.
“Peningkatan konsumsi Pertamax Green menjadi bukti nyata bahwa masyarakat kini semakin peduli terhadap kualitas bahan bakar dan dampaknya bagi lingkungan. Selain memberikan performa mesin optimal, Pertamax Green juga membantu menurunkan emisi karbon,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, salah satu daya tarik Pertamax Green terletak pada inovasinya sebagai bahan bakar campuran bioetanol yang bersumber dari tebu. “Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina mendukung transisi energi nasional menuju penggunaan energi bersih dan berkelanjutan sekaligus memberdayakan petani lokal,” katanya.
Di Kabupaten Brebes, Pertamax Green tersedia di SPBU 41.522.01 Rest Area Pejagan–Pemalang KM 260. Pertamina mencatat, sejak layanan perdana pada 7 Agustus hingga 20 Oktober 2025, konsumsi Pertamax Green di Brebes mencapai 32 kilo liter atau 166% dari target bulan berjalan sebesar 19 kilo liter.
Salah seorang pengguna kendaraan, Ramadhan, mengaku memilih Pertamax Green setelah mencoba karena penasaran. “Awalnya coba karena penasaran, tapi sekarang malah jadi langganan karena performanya bagus dan katanya juga lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

