Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menekan angka pengangguran salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan bursa kerja (job fair) yang menyediakan sekitar 2.000 lowongan. Langkah ini dinilai sejalan dengan tren penurunan angka pengangguran di Jawa Tengah, yang tercatat 4,24% per November 2025.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, mengingatkan agar job fair tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Ia menilai kegiatan tersebut harus benar-benar menjawab kebutuhan riil pasar kerja dan membuka peluang nyata bagi pencari kerja untuk terserap sesuai bidang keahlian, dengan upah yang layak.
Meski mengapresiasi penyelenggaraan job fair, Setya menekankan pentingnya pengawasan di lapangan untuk memastikan perusahaan mitra menyerap tenaga kerja lokal secara optimal. Menurutnya, tantangan saat ini tidak hanya menghitung jumlah lowongan, tetapi juga menyinkronkan kualifikasi industri dengan kompetensi para lulusan.
Berdasarkan pemetaan ketenagakerjaan di Jawa Tengah, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih didominasi lulusan pendidikan menengah (SMK) dan diploma. Kondisi ini disebut dipengaruhi ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri modern.
Setya juga menyoroti situasi di Banyumas yang angka penganggurannya masih 6,28%, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi. Menurutnya, hal ini menunjukkan penurunan angka pengangguran di level provinsi belum sepenuhnya merata di tingkat daerah.
Karena itu, DPRD Jawa Tengah mendorong adanya pelacakan (tracking) berkala pasca-acara terhadap pencari kerja yang dinyatakan diterima. Sementara bagi yang belum terserap, Pemkab Banyumas diharapkan memaksimalkan ekosistem digital, termasuk sistem SIMAK KERJA MAS yang terintegrasi dengan portal Banyumas PAS, agar informasi lowongan dapat diakses lebih tepat, transparan, dan menjangkau lebih luas.
Setya menegaskan, aplikasi dan portal kerja digital milik daerah perlu dikelola secara aktif. Ia meminta dinas terkait rutin memperbarui data lowongan secara transparan, sekaligus menjadikannya sebagai wadah pelatihan daring bagi pencari kerja yang belum lolos seleksi formal.