Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Rosiva, Jalan Bangka No. 15, Kota Medan, resmi membuka Klinik Tumbuh Kembang pada Sabtu (14/5/2022). Pembukaan klinik ini dilakukan setelah rencana pendiriannya sempat tertunda akibat pandemi.
Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, DR dr Mutiara, MHA, MKT, mengatakan kehadiran Klinik Tumbuh Kembang merupakan bagian dari dukungan RSIA Rosiva—yang telah diakuisisi oleh Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) grup—untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting serta memperluas layanan bagi anak-anak yang mengalami masalah tumbuh kembang.
Menurut Mutiara, MTMH dan RSIA Rosiva melihat kebutuhan anak yang beragam, termasuk penanganan gangguan tumbuh kembang yang disebutnya dialami sekitar 10–15 persen anak di Indonesia. Melalui layanan ini, pihak rumah sakit berharap masalah dapat dideteksi dan ditangani sejak dini agar perkembangan anak lebih optimal.
Tim layanan dan rencana penguatan fasilitas
Mutiara menjelaskan Klinik Tumbuh Kembang RSIA Rosiva didukung tim lengkap agar berbagai permasalahan tumbuh kembang anak dapat dikonsultasikan. Tim tersebut terdiri dari:
- Dokter Spesialis Anak konsultan Tumbuh Kembang
- Dokter Spesialis Anak konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik
- Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
- Terapis okupasi dan terapis wicara
- Perawat serta tenaga pendukung lainnya
Ia juga menyebutkan rumah sakit berencana menghadirkan alat kesehatan yang lebih canggih untuk membantu penanganan masalah tumbuh kembang anak. Selain layanan medis, klinik ini diharapkan menjadi tempat konsultasi bagi orang tua untuk mengetahui langkah yang perlu dilakukan di rumah, termasuk pemantauan pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Orang tua diminta aktif memantau tumbuh kembang anak
Owner MTMH, Tjhin Ten Chun, turut mendorong orang tua agar aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia menyampaikan bahwa rumah sakit menyiapkan dukungan terkait gizi, permainan, dan hal lain yang dapat membantu tumbuh kembang anak.
Dokter Spesialis Tumbuh Kembang, dr Ika Citra Dewi Tanjung, M.Ked(Ped), SpA(K), mengatakan pihaknya kerap menjumpai berbagai masalah tumbuh kembang pada anak. Ia merinci di antaranya gangguan pertumbuhan seperti gizi kurang, gizi buruk, stunting, perawakan pendek, gizi lebih, dan obesitas; gangguan bicara dan bahasa; autisme; ADHD; gangguan belajar; disabilitas intelektual; cerebral palsy; gangguan motorik; Sindrom Down; serta gangguan perkembangan lainnya.
Menurutnya, penanganan perlu dilakukan bersama, tidak hanya oleh tim di rumah sakit tetapi juga orang tua di rumah. Ia menekankan pentingnya kepatuhan orang tua setelah anak menjalani terapi, karena partisipasi di rumah diperlukan untuk mengoptimalkan hasil.
Ia juga mengingatkan orang tua terkait penggunaan gawai pada anak. Mengacu rekomendasi IDAI, anak di bawah usia satu tahun tidak dianjurkan menggunakan gadget, sementara anak di atas satu tahun dibatasi paling lama satu jam dan harus didampingi orang tua.
Pendaftaran dan jadwal layanan
Direktur RSIA Rosiva, dr Iskandar Candra, M.Kes, menyampaikan tim Klinik Tumbuh Kembang RSIA Rosiva bersifat kolaboratif dan dapat mendiskusikan penanganan pasien secara bersama. Ia mengajak orang tua yang melihat adanya gangguan pada anak, atau yang ingin mendapatkan informasi, untuk datang ke klinik dengan pendaftaran online maupun langsung.
Iskandar menyebutkan jadwal dokter tersedia di website dan di rumah sakit, serta layanan dokter tersedia hampir setiap hari. Pada peresmian tersebut turut hadir jajaran manajemen dan tenaga medis, termasuk President Komisaris PT Murni Sadar Tbk serta sejumlah dokter dari MTMH.

