BERITA TERKINI
Riset: Limbah Cair Tepung Ikan Berpotensi Jadi Media Tumbuh Bakteri Penghasil Enzim Xilanase

Riset: Limbah Cair Tepung Ikan Berpotensi Jadi Media Tumbuh Bakteri Penghasil Enzim Xilanase

Konsep bio-circular green technology dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai tambah berbagai produk samping dan sampah agar kembali bernilai guna. Pendekatan ini diarahkan untuk mendukung upaya keberlanjutan, termasuk tujuan pembangunan berkelanjutan yang terkait dengan isu iklim dan ekosistem.

Salah satu metode yang kerap digunakan dalam pengolahan sampah adalah pemanfaatan bakteri pendegradasi. Bakteri telah banyak diterapkan untuk menguraikan bahan organik, misalnya dalam pembuatan kompos, serta digunakan dalam penanganan limbah tumpahan minyak di laut. Kemampuan bakteri mendegradasi beragam bahan ini membuka peluang penerapan pada jenis limbah lain.

Dalam konteks Indonesia sebagai negara maritim, salah satu limbah yang disorot adalah limbah dari pengolahan tepung ikan. Limbah ini disebut berpotensi diolah menjadi komponen yang lebih sederhana menggunakan bakteri. Manfaatnya dapat bertambah apabila bakteri yang digunakan juga menghasilkan senyawa bernilai, seperti enzim xilanase yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah biomassa.

Riset yang dibahas menyoroti penggunaan bakteri penghasil enzim xilanase untuk mengolah limbah pengolahan tepung ikan. Pendekatan ini dipaparkan berpotensi menjawab beberapa kebutuhan sekaligus: limbah dapat diurai menjadi komponen lebih sederhana, limbah dapat menjadi sumber nutrisi bagi bakteri, dan prosesnya menghasilkan enzim xilanase yang berguna dalam pengolahan biomassa.

Meski demikian, penggunaan limbah tepung ikan sebagai media pertumbuhan bakteri disebut memiliki kendala. Limbah tersebut berwujud cairan kental sehingga dapat mengganggu regulasi osmotik bakteri. Selain itu, walaupun kaya nutrisi, limbah tepung ikan dinilai belum memiliki komposisi nutrisi yang lengkap. Karena itu, diperlukan formulasi tertentu agar limbah dapat berfungsi sebagai media tumbuh bakteri penghasil xilanase. Penentuan formulasi juga mempertimbangkan kurva pertumbuhan bakteri untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Dalam penelitian ini, limbah cair tepung ikan dicampurkan dengan media Luria Bertani (LB) pada rasio tertentu. Media LB dipilih karena merupakan media standar untuk pertumbuhan bakteri, namun penggunaannya secara penuh dinilai kurang praktis karena biaya yang tinggi. Karena itu, pencampuran dilakukan untuk mengompensasi kendala yang ada sekaligus menekan penggunaan media LB.

Rasio campuran ditentukan dengan mengamati kurva pertumbuhan bakteri penghasil xilanase, dengan tujuan memperoleh kurva pertumbuhan yang lengkap dan optimal. Hasil penelitian menyebutkan rasio optimum campuran media Luria Bertani dengan limbah cair tepung ikan adalah 1:2.

Riset ini ditulis oleh Ni Nyoman Tri Puspaningsih, dengan informasi lebih rinci tercantum pada publikasi berjudul Application of fish flour liquid waste as alternative growth media for producing xylanase (AIP Conference Proceedings 2679, 050005, 2023) dengan DOI: 10.1063/5.0111694.