Banyak orang kerap meragukan diri sendiri—merasa belum cukup baik, belum cukup sukses, atau tidak memiliki kualitas positif yang patut dibanggakan. Namun, psikologi menunjukkan bahwa sifat baik seseorang tidak hanya terbentuk dari pengalaman pribadinya, melainkan juga dari contoh yang ia lihat sejak kecil.
Lingkungan keluarga yang menampilkan kebiasaan sehat, komunikasi positif, dan teladan moral yang kuat dapat tertanam dalam diri anak tanpa disadari. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang tua dalam keseharian disebut dapat membantu membentuk kepribadian anak menjadi lebih matang, berempati, dan tangguh menghadapi kehidupan.
Menurut ulasan yang dilansir dari Geediting pada Kamis (2/10), ada tujuh hal yang bila sering terlihat dilakukan orang tua sejak masa kanak-kanak, dapat menjadi tanda bahwa seseorang berpotensi menjadi pribadi yang lebih baik daripada yang ia bayangkan.
1. Orang tua meminta maaf saat salah
Tak semua orang tua bersedia mengakui kesalahan. Jika sejak kecil seseorang melihat orang tuanya dengan tulus mengatakan, “Maaf, Ayah/Ibu salah”, hal itu dapat menanamkan pemahaman bahwa kesalahan bukan aib, melainkan bagian dari proses belajar. Dalam psikologi, ini dikaitkan dengan pembelajaran melalui role modeling, ketika anak menyerap perilaku nyata, bukan sekadar nasihat.
2. Orang tua menghargai orang lain tanpa memandang status
Kebiasaan menyapa satpam, sopir, pedagang, atau siapa pun dengan hormat dapat membentuk empati dan cara pandang yang setara terhadap orang lain. Pola ini disebut dapat membuat seseorang tidak mudah meremehkan orang lain serta memiliki kecerdasan sosial yang lebih matang.
3. Orang tua tidak malu menunjukkan kasih sayang
Pelukan, kata-kata sayang, atau sentuhan hangat memberi sinyal emosional yang kuat. Bentuk afeksi seperti ini dapat menjadi pengalaman penting dalam membangun rasa aman dan kedekatan emosional.

