BERITA TERKINI
Psikolog Ingatkan Lima Kesalahan yang Kerap Terjadi dalam Mendidik Anak

Psikolog Ingatkan Lima Kesalahan yang Kerap Terjadi dalam Mendidik Anak

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi cara orangtua mendidik. Pola asuh yang kurang tepat dapat berdampak pada perkembangan anak, termasuk kesehatan mentalnya. Sejumlah orangtua juga kerap tidak menyadari adanya kebiasaan yang berpotensi menjadi kesalahan dalam pengasuhan dan memengaruhi perilaku anak, seperti menjadi pembangkang atau justru terlalu penurut, serta kebiasaan rajin atau malas.

Psikolog asal Makassar, Kartika Cahyaningrum, menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dilihat dari sisi fisik, tetapi juga psikologis. Karena itu, orangtua perlu memberi perhatian pada keduanya di setiap tahap usia.

Menurut Kartika, perhatian khusus penting diberikan pada masa golden age anak, yakni usia 0–5 tahun. Dengan memantau perkembangan fisik dan psikologis, orangtua dapat memahami stimulasi yang dibutuhkan anak, termasuk ketika muncul hambatan perkembangan.

Meski demikian, Kartika menekankan peran orangtua tetap krusial di setiap fase pertumbuhan. Ia juga menyebut orangtua perlu menjadi teman bicara bagi anak sejak dalam kandungan hingga memasuki masa remaja.

Lima kesalahan yang kerap terjadi dalam mendidik anak

  • Menerapkan pola asuh yang diterima saat kecil
    Kartika menilai tidak semua anak cocok menerima pola asuh yang sama. Setiap anak memiliki kondisi mental yang berbeda, sehingga pola asuh yang dulu diterima orangtua belum tentu tepat diterapkan pada anak saat ini.
  • Membanding-bandingkan anak
    Orangtua terkadang membandingkan tumbuh kembang anaknya dengan anak lain. Padahal, setiap anak memiliki karakter dan pertumbuhan yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan.
  • Tidak kompak dalam menerapkan pola asuh
    Perbedaan pola pengasuhan antara ayah dan ibu, apalagi jika saling bertentangan, dapat membuat anak bingung harus mengikuti siapa.
  • Orangtua terlalu sibuk
    Kartika menyoroti kondisi ketika orangtua sibuk bekerja dan lebih banyak memenuhi kebutuhan materi, tetapi kurang memberikan perhatian, kasih sayang, dan kedekatan. Situasi ini dapat memicu anak menjadi pembangkang atau justru tertutup. Ia mendorong orangtua meluangkan waktu bersama anak.
  • Tidak memberi ruang berekspresi untuk anak
    Orangtua kerap mencari banyak informasi tentang perkembangan anak, namun tidak melakukan konfirmasi atau konsultasi lebih lanjut dengan profesional. Hal itu dapat memunculkan kekhawatiran berlebihan yang berujung pada banyak aturan dan larangan, sehingga ruang ekspresi anak berkurang dan dinilai dapat memengaruhi kecerdasannya.

Kartika mengingatkan, perhatian pada kebutuhan fisik dan psikologis anak, serta pola asuh yang konsisten, dapat membantu orangtua mendukung tumbuh kembang anak secara lebih sehat.