Film bertema zombi kerap menarik perhatian penggemar horor-thriller. Kisah tentang upaya manusia bertahan hidup dari kejaran zombi, hingga gambaran kebrutalan para “mayat hidup” saat memburu manusia, menjadi daya tarik tersendiri dalam genre ini.
Profesor sekaligus psikiater dari Harvard Medical School, Dr. Steven Schlozman, mencoba menjelaskan fenomena wabah zombi dari sudut pandang sains. Sebagai dokter, ia mengaku sulit menonton film zombi tanpa mengaitkannya dengan kemungkinan gangguan neurologis.
Dikutip dari Live Science, Schlozman lebih dulu menegaskan bahwa zombi bukan makhluk nyata. “Mereka tidak ada. Saya seorang dokter, saya harus memberi tahu kapan Anda harus khawatir dan Anda tidak perlu khawatir tentang zombi,” kata Schlozman.
Dalam penjelasannya, hal pertama yang disorot Schlozman—yang menjuluki dirinya “Dr. Zombie”—adalah cara berjalan zombi yang umumnya digambarkan terseok-seok dan kesulitan menjaga keseimbangan.
Menurut Schlozman, gangguan gaya berjalan tersebut berkaitan dengan otak kecil (cerebellum), yakni bagian di bawah otak yang berperan dalam keterampilan motorik dan koordinasi.