Para ilmuwan mengungkapkan bahwa kebahagiaan cenderung lebih mudah diperoleh seiring bertambahnya usia. Temuan ini didasarkan pada penelitian yang menyoroti perubahan alami pada otak yang terjadi dari waktu ke waktu.
Peneliti dari University of Cambridge meyakini bahwa bertambahnya usia dapat membuat seseorang menjadi kurang mudah berubah suasana hati, lebih menyenangkan, serta lebih teliti. Perubahan tersebut dikaitkan dengan pematangan otak yang berlangsung secara alami, dan dipetakan melalui teknologi baru yang memungkinkan pelacakan perubahan otak dari waktu ke waktu.
Dalam penelitian yang berfokus pada lapisan luar otak atau korteks, tim peneliti memeriksa otak 500 orang. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ketebalan area tertentu di korteks dan sifat-sifat kepribadian.
Beberapa area yang berkaitan dengan keramahan, kemurungan, dan kesadaran dilaporkan tampak berubah seiring waktu. Profesor Antonio Terracciano, yang menuliskan temuan tersebut dalam jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience, menjelaskan bahwa ketebalan korteks cenderung menurun, sementara luas dan lipatan otak mengalami peningkatan.
Menurut Terracciano, perubahan itu berkaitan dengan kecenderungan seseorang yang makin tua untuk menjadi tidak mudah marah, kurang agresif, dan lebih santai. Mereka juga dinilai lebih menerima kondisi serta lebih mudah merasa bahagia.