BERITA TERKINI
Devi Damayanti, Mahasiswi BK asal Bojonegoro yang Rutin Berprestasi di Olimpiade Sains Nasional

Devi Damayanti, Mahasiswi BK asal Bojonegoro yang Rutin Berprestasi di Olimpiade Sains Nasional

Devi Damayanti, mahasiswi berusia 20 tahun, kembali aktif mengikuti berbagai lomba dan olimpiade setelah sempat merasa terpuruk karena rencana pendidikannya tidak berjalan sesuai harapan. Kini, ia dikenal rutin meraih prestasi, terutama pada kompetisi bidang sains tingkat nasional.

Dalam sejumlah kejuaraan yang diikutinya, Devi mengoleksi berbagai penghargaan. Di antaranya Medali Emas Bidang Kimia tingkat nasional pada Garuda Sains Indonesia 2021, Medali Perunggu Bidang Bahasa Indonesia tingkat nasional pada Youth Empower New Scientist Through Olympic 2021, serta Medali Honorable Mention Bidang Kimia dan Bidang Bahasa Indonesia tingkat nasional pada 2021.

Prestasi lainnya meliputi Medali Emas Bidang Bahasa Indonesia tingkat nasional pada Youth Empower New Scientist Through Olympic 2021, Medali Perak Bidang Biologi tingkat nasional pada ajang yang sama, Juara 2 Lomba Video Layanan Bimbingan Konseling (BK) tingkat nasional yang diselenggarakan UPA BK Universitas Lambung Mangkurat pada 2024, serta Medali Perak Olimpiade Sains tingkat nasional Bidang Matematika oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional 2024.

Devi mulai aktif mengikuti olimpiade sejak duduk di bangku SMA. Ketertarikannya mengikuti kompetisi muncul karena ia ingin memanfaatkan sertifikat yang diperoleh sebagai penunjang untuk mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Namun, ia dinyatakan tidak lolos SNBP. Situasi itu membuatnya mempersiapkan diri untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Pada saat yang sama, Devi juga menghadapi kenyataan bahwa keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan tidak mendapatkan izin dari orang tua.

Berasal dari Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Devi kemudian mengambil program studi S-1 Bimbingan Konseling (BK) sesuai arahan orang tua. Ia mengaku sempat merasa berat karena jurusan tersebut tidak sesuai minat awalnya, serta khawatir tidak mampu menjalaninya.

Seiring waktu, Devi menyebut dirinya mulai terbiasa dan bisa menerima pilihan tersebut. Ia juga merasa menemukan ketertarikan baru di bidang yang dipelajarinya. Menurutnya, perkuliahan BK memberinya banyak pelajaran, termasuk menjadi pendengar yang baik dan membantu teman ketika menghadapi masalah.

Setelah berdamai dengan jurusan yang diambil, Devi memilih kembali aktif mengikuti kompetisi dan berupaya menjaga prestasi. Ia menilai tidak ada salahnya mengikuti nasihat orang tua.

Ke depan, Devi berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 atau meneruskan pendidikan Profesi Guru. Ia ingin ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi banyak orang.