BERITA TERKINI
Penutupan Total Jembatan Kaliombo I Tekan Omzet Hotel Insumo, Sejumlah Agenda Besar Dibatalkan

Penutupan Total Jembatan Kaliombo I Tekan Omzet Hotel Insumo, Sejumlah Agenda Besar Dibatalkan

KEDIRI — Penutupan total Jembatan Kaliombo I berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitarnya. Akses yang terputus membuat mobilitas warga dan pelanggan terganggu, sehingga sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan pemasukan.

Salah satu yang terdampak adalah Hotel Insumo Palace. Sejak proyek penggantian jembatan dimulai, manajemen hotel menyebut jumlah tamu menurun dan beberapa agenda berskala besar yang semula dijadwalkan di hotel terpaksa ditunda hingga dibatalkan.

Keluhan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Kota Kediri bersama manajemen Hotel Insumo Palace pada Jumat (3/7). Dalam forum itu, percepatan pembangunan Jembatan Kaliombo I dinilai menjadi langkah paling realistis untuk menekan kerugian yang terus berjalan.

Sales Marketing Promotion Manager Hotel Insumo Palace, Agung Kartika, mengatakan audiensi dilakukan atas inisiatif pihak hotel setelah banyak pelaku usaha di sekitar proyek menyampaikan keluhan serupa. Ia menilai situasi ini memperberat dunia usaha yang sebelumnya sudah terdampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kalau bagi pelaku usaha, tiga bulan saja sebenarnya sudah sangat berat, apalagi sampai enam bulan. Dalam waktu selama itu konsumen bisa berpindah ke tempat lain. Karena itu harapan kami proyek ini bisa dipercepat,” ujar Agung.

Agung menjelaskan, akses menuju Hotel Insumo, SPBU, dan sejumlah pusat usaha lainnya kini hanya bisa ditempuh melalui jalur alternatif yang sempit dan kerap padat. Kondisi itu membuat waktu tempuh lebih lama dan memicu calon pelanggan membatalkan kunjungan.

Ia menambahkan, dampak penutupan jalan tidak hanya terlihat dari penurunan jumlah tamu. Sejumlah kegiatan berskala besar yang sudah direncanakan di hotel juga tertunda bahkan dibatalkan karena penyelenggara mempertimbangkan sulitnya akses menuju lokasi.

“Dengan adanya penutupan jalan, sejumlah agenda kegiatan berskala besar yang sebelumnya sudah dijadwalkan akhirnya tertunda bahkan dibatalkan,” ungkapnya.

Menurut Agung, beberapa opsi sempat dipertimbangkan, seperti pembangunan jembatan darurat atau penerapan sistem buka-tutup satu jalur. Namun, setelah meninjau kondisi konstruksi jembatan lama yang merupakan peninggalan era kolonial, opsi tersebut dinilai tidak memungkinkan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri, Arief Junaidi, mengatakan pihaknya menerima surat dari manajemen Hotel Insumo terkait dampak penutupan Jembatan Kaliombo terhadap kegiatan usaha di kawasan itu. Ia menyebut penurunan omzet tidak hanya dialami hotel, tetapi juga pelaku usaha lain di sekitar lokasi proyek, bahkan ada yang nyaris tidak memperoleh pemasukan sejak akses utama ditutup.

“Target dari Balai Besar sekitar enam bulan, tetapi diupayakan bisa selesai dalam empat sampai lima bulan,” kata Arief.

Arief menjelaskan, percepatan menjadi opsi yang paling memungkinkan karena penutupan total tidak dapat dihindari. Ia menyebut struktur Jembatan Kaliombo merupakan bangunan lama dengan konstruksi batu bata dan pondasi batu peninggalan zaman Belanda, dengan fondasi yang melebar, sehingga pembongkaran harus dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penerapan sistem buka-tutup maupun pembongkaran sebagian tidak bisa dilakukan. “Karena itu penutupan total memang tidak bisa dihindari. Jalannya memang harus ditutup total selama proses pekerjaan berlangsung,” tegasnya.

Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, yakni dalam rentang empat hingga lima bulan selama tidak ada kendala teknis di lapangan, agar aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Jembatan Kaliombo dapat kembali pulih.