BERITA TERKINI
Pemkab Purworejo Jadikan Festival Layang-Layang Nasional Agenda Tahunan, Perbaikan Akses Jalan Ditargetkan 2027

Pemkab Purworejo Jadikan Festival Layang-Layang Nasional Agenda Tahunan, Perbaikan Akses Jalan Ditargetkan 2027

Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana membangun akses jalan menuju Pantai Ketawang, Kecamatan Grabag, pada 2027 untuk mendukung pelaksanaan Festival Layang-Layang Nasional yang telah digelar beberapa tahun terakhir dan kini masuk tahun kesepuluh. Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi saat membuka festival pada Minggu (5/7/2026).

Dion mengatakan pembangunan jalan baru bisa direalisasikan pada 2027 karena sebelumnya terkendala persoalan aset. Ia menyebut akses menuju lokasi festival bukan aset pemerintah daerah, sehingga proses pelaksanaan pembangunan baru dapat dijadwalkan pada tahun tersebut.

Menurut Dion, rencana perbaikan infrastruktur dilakukan sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan festival. Ia menilai penataan dan pelaksanaan kegiatan tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dalam pengendalian kemacetan.

“Tahun lalu kami perbandingkan macetnya luar biasa. Di waktu yang sama macetnya sampai luar lintas selatan. Tahun ini bisa terkondisikan dengan baik, masalah macet bisa diminimalisir,” ujar Dion.

Dion mengapresiasi kerja sama sejumlah pihak dalam penyelenggaraan kegiatan, di antaranya Dinporapar, kelompok sadar wisata (pokdarwis), komunitas Pelangi, serta pemerintah desa setempat. Ia juga meminta dukungan DPRD agar lebih banyak kegiatan berskala nasional dapat digelar di Purworejo.

Dalam kesempatan itu, Dion menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Ia menyebut perputaran uang dari festival dapat mencapai miliaran rupiah yang bersumber dari tiket masuk, parkir, serta penjualan pelaku UMKM.

“Maka kita berpikir, event seperti ini bukan hanya untuk menghitung jumlah pendapatan asli daerah atau PAD, tapi multi player effect yang dirasakan. Termasuk bagi UMKM, pokdarwis, dan desa sekitar juga dapat,” kata Dion.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan mendukung kegiatan yang memberi dampak bagi banyak pihak, serta berharap jumlah peserta dapat terus bertambah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim melaporkan, Festival Layang-Layang Nasional tahun ini diikuti 31 tim. Sebanyak 27 tim berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, sementara empat tim lainnya datang dari Jepang, Malaysia, Singapura, dan Prancis.

Ribuan pengunjung tampak memadati sepanjang Pantai Ketawang untuk menyaksikan ratusan layang-layang yang diterbangkan dalam perlombaan. Pada momen pembukaan, Dion didampingi istri, Raja Thifal Mazaya Izzati, bersama unsur forkopimda dan pimpinan organisasi perangkat daerah menerbangkan Train Naga.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga menampilkan Tari Cimpoling yang dibawakan puluhan siswa SMPN 34. Para siswa tampil mengenakan seragam Pramuka yang dipadukan dengan sarung serta aksesori layang-layang. Dalam kegiatan tersebut, Tari Cimpoling disebut merefleksikan harmoni generasi muda dan semangat pelestarian budaya lokal.