ONE OK ROCK resmi memperkenalkan proyek sampingan terbaru mereka bertajuk YAO. Unit kolaboratif ini mempertemukan ONE OK ROCK dengan musisi hip-hop Awich, rapper CHICO CARLITO, serta unit metalcore progresif Paledusk. Sebagai langkah awal, YAO langsung merilis single debut berjudul “777”.
Nama YAO disebut terinspirasi dari konsep kebudayaan kuno Jepang “Yaoyorozu”, sebuah kepercayaan tradisional Shinto yang memandang setiap benda atau hal di sekitar manusia memiliki ruh dan energinya masing-masing. Berangkat dari gagasan tersebut, YAO dibentuk untuk merayakan keberagaman perspektif dan menyatukan karakter suara kreatif yang kontras ke dalam satu kesatuan.
Melalui “777”, YAO menampilkan perpaduan berbagai elemen musik, mulai dari hip-hop repetitif, distorsi rock, hingga aransemen alternatif. Lagu ini menjadi ruang temu bagi keempat musisi yang terlibat, sekaligus menegaskan arah YAO sebagai proyek yang berupaya melampaui batas genre.
Selain dirilis di berbagai platform digital, “777” juga hadir dalam format video musik. Video klip tersebut disutradarai Hidehito Hotta, yang dikenal sebagai kolaborator kreatif di balik video-video Awich. Mengambil latar distopia pasca-perang dengan gambaran gedung-gedung runtuh dan deretan mobil ringsek, video menampilkan aksi panggung teatrikal para personel YAO dalam kemasan visual sinematik.
Dalam penggambaran Hotta, lanskap kehancuran itu dijadikan simbol persatuan, ketahanan, dan kekuatan kolektif. Eksekusi visual tersebut sekaligus merefleksikan pesan yang ingin dibawa proyek YAO.
Cikal bakal terbentuknya YAO berawal dari pertemuan di atas panggung ketika ONE OK ROCK dan Awich tampil dalam konser live yang sama. Seusai acara, vokalis ONE OK ROCK, Taka, mengungkapkan kekagumannya terhadap musikalitas Awich serta perkembangan skena hip-hop di Jepang. Dari situ, rumor kolaborasi keduanya sempat beredar di kalangan penggemar.
Proyek kemudian berkembang dengan bergabungnya CHICO CARLITO, yang dikenal lewat kemampuan rima cepat dan stage presence karismatik. Untuk memperkuat sisi distorsi, Paledusk—yang juga disebut sebagai rekan kolaborator ONE OK ROCK—ikut dilibatkan. Dengan Awich dan Taka ditempatkan sebagai pusat pergerakan unit ini, YAO hadir sebagai proyek yang menolak dibatasi sekat genre, generasi, maupun pakem kreatif konvensional.