BERITA TERKINI
Mondelez Indonesia Luncurkan Inisiatif #BijakPlastikSejakDini untuk Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik pada Anak

Mondelez Indonesia Luncurkan Inisiatif #BijakPlastikSejakDini untuk Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik pada Anak

Jakarta — Mondelez Indonesia menghadirkan inisiatif #BijakPlastikSejakDini untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan menginspirasi anak agar bijak mengelola sampah plastik sejak usia dini. Program ini menekankan pembiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik, menggunakan kembali, serta mendaur ulang.

Dalam konferensi pers virtual yang digelar Jumat (19/11/2021), disampaikan bahwa kesadaran dalam pengendalian sampah plastik perlu diperkenalkan sejak awal karena tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan memerlukan pengenalan dan pembiasaan.

Dukungan KLHK untuk inisiatif pengurangan sampah plastik

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Kami turut menyambut baik hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini,” ujar Novrizal. Ia berharap program ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat serta sektor swasta untuk mendukung target pemerintah dalam mengurangi sampah plastik sekaligus menghidupkan ekonomi sirkular.

Tahap awal: Bank Sampah di dua SD di Jakarta Selatan

Pada tahap awal, kegiatan dilakukan melalui kehadiran Bank Sampah di dua sekolah dasar, yakni SDN Duren Tiga 13 dan SDN Duren Tiga 14 di Jakarta Selatan. Program ini melibatkan berbagai komponen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, orang tua, hingga partisipasi karyawan Mondelez Indonesia.

Kertabumi Recycling Center menjadi mitra dalam pelaksanaan, mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk yang bermanfaat bagi sekolah.

Bank Sampah dinilai mudah diterima masyarakat

Founder Kertabumi Recycling Center, Ikbal Alexander, menjelaskan bahwa pengendalian sampah plastik melalui pendekatan Bank Sampah merupakan salah satu cara yang relatif mudah diterima masyarakat, termasuk untuk mendorong partisipasi pada usia dini.

“Melalui pendekatan Bank Sampah, pengendalian sampah diterapkan dalam bentuk kerja sama saling menguntungkan, yang bisa memberikan manfaat sosial ekonomi, dan pada akhirnya dapat mengurangi timbunan sampah,” kata Ikbal.

Psikolog: kebiasaan baik lebih mudah dibangun sejak anak-anak

Psikolog sekaligus Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima M.Psi, menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini. Menurutnya, mengajarkan kebiasaan baik kepada anak cenderung lebih mudah dibandingkan orang dewasa karena masa tumbuh kembang merupakan periode yang tepat untuk stimulasi berbagai pengetahuan.

“Dengan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, tentunya akan memperbesar peluang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan ketika beranjak dewasa,” ujar Saskhya.

Ia menambahkan, anak pada dasarnya mempelajari hal baru dengan mengikuti kebiasaan yang sering mereka lihat. Karena itu, orang tua dapat memberikan pemahaman melalui berbagai media, seperti video, buku cerita, serta penjelasan praktis yang disesuaikan dengan usia anak agar lebih mudah dipahami.

  • Program: #BijakPlastikSejakDini
  • Lokasi tahap awal: SDN Duren Tiga 13 dan SDN Duren Tiga 14, Jakarta Selatan
  • Pendekatan: Bank Sampah dengan dukungan Kertabumi Recycling Center