Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengusulkan tiga isu strategis agar menjadi prioritas pembahasan dalam World Water Forum (WWF) ke-11 yang dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada 21–25 Maret 2027. Tiga isu tersebut mencakup penguatan ketahanan air untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan layanan air yang andal bagi masyarakat, serta penguatan kerja sama internasional di bidang sumber daya air.
Usulan itu disampaikan Dody saat menghadiri Political Process Ministerial Segment Session pada 2nd Stakeholders Consultation Meeting (SCM) WWF ke-11 di Jeddah, Arab Saudi.
Dody menekankan bahwa air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan, karena berperan dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi iklim, pengentasan kemiskinan, hingga berbagai agenda pembangunan lainnya. Ia menyatakan, pemahaman tersebut menjadi dasar komitmen Indonesia, baik ketika menjadi tuan rumah WWF ke-10 maupun dalam mendukung penyelenggaraan WWF ke-11 di Arab Saudi.
Untuk prioritas pertama, Dody menyoroti keterkaitan ketahanan air dan ketahanan pangan. Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian mengonsumsi sekitar 72 persen dari total penggunaan air tawar dunia, sementara kebutuhan produksi pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Karena itu, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dinilai perlu menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ia juga mengangkat prinsip “making every drop count” agar setiap tetes air memberi manfaat optimal bagi produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan global.
Prioritas kedua yang diusulkan adalah memperkuat layanan air yang andal bagi masyarakat di wilayah perkotaan, perdesaan, hingga pulau-pulau kecil melalui penerapan Integrated Water Resources Management (IWRM). Menurutnya, layanan air berkualitas menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air serta dampak perubahan iklim. Dody menyampaikan pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa ketika layanan air tersedia dengan baik, pembangunan dan pertumbuhan akan mengikuti.
Adapun prioritas ketiga, Dody mendorong penguatan kerja sama internasional, termasuk pengembangan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan inovasi di bidang sumber daya air. Sebagai tindak lanjut WWF ke-10 di Bali, Indonesia telah membentuk Center of Excellence on Water and Climate yang diharapkan menjadi pusat kolaborasi, pengembangan kapasitas, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di kawasan Asia Pasifik. Dody menyatakan Indonesia siap berkolaborasi dengan berbagai negara dan mitra untuk memperluas manfaat pusat tersebut.
Di akhir pernyataannya, Dody berharap estafet penyelenggaraan WWF dari Bali menuju Riyadh menjadi momentum untuk memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati dapat diwujudkan menjadi aksi nyata. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan proyek yang menghasilkan manfaat konkret, layanan yang berkelanjutan, serta dampak pengelolaan sumber daya air yang dapat dirasakan masyarakat seluas-luasnya.