Banyumas — Tiga mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Harapan Bangsa (UHB), yakni Wulan Febriyanti, Fita Dwi Oktafiani, dan Nabila Rizky Rahmayanti, meraih Juara 1 tingkat nasional dalam Essay Competition pada rangkaian LAWVERSARY 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Prestasi tersebut diraih melalui esai berjudul “Keadilan di Tengah Sorotan Publik: Analisis Pengaruh Opini Publik terhadap Penegakan Hukum dalam Kasus Aktivis Banyumas.” Dalam karya ilmiah itu, tim mengangkat fenomena menguatnya pengaruh opini publik terhadap proses penegakan hukum di era digital, khususnya pada kasus Aktivis Banyumas.
Esai tersebut menganalisis peran media sosial dan ruang publik digital yang dinilai dapat mendorong transparansi, meningkatkan pengawasan masyarakat, serta memperluas partisipasi publik, termasuk melalui mekanisme seperti amicus curiae. Namun, tulisan itu juga menyoroti potensi dampak negatif, seperti munculnya trial by social media, terbentuknya opini yang belum terverifikasi, hingga tekanan terhadap independensi aparat penegak hukum.
Melalui analisisnya, tim menegaskan bahwa pengawasan publik merupakan bagian penting dari negara hukum yang demokratis. Meski demikian, penegakan keadilan dinilai harus tetap berjalan secara objektif berdasarkan fakta, alat bukti, dan ketentuan hukum, bukan semata karena tekanan opini publik.
Keberhasilan tersebut disebut tidak terlepas dari bimbingan dosen Program Studi Hukum Universitas Harapan Bangsa, Pujangga Chandrawijayaning Fajri, S.H., M.H., yang memberikan arahan dan pendampingan selama proses penyusunan esai hingga pelaksanaan kompetisi.
Capaian ini menjadi salah satu catatan prestasi bagi Program Studi Hukum UHB dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang kritis, analitis, dan responsif terhadap isu-isu hukum kontemporer.