BERITA TERKINI
Dari “Kapar” ke “Kebohongan”: Kritik Sosial dan Nurani dalam Puisi Yatiman Yusof

Dari “Kapar” ke “Kebohongan”: Kritik Sosial dan Nurani dalam Puisi Yatiman Yusof

Puisi-puisi karya Yatiman Yusof (Singapura) dibaca sebagai ruang kritik sosial yang menyoroti kegelisahan nurani terhadap berbagai gejala kehidupan. Dari diksi “kapar” hingga “kebohongan”, karya-karya tersebut menghadirkan penanda yang mengajak pembaca menengok sisi-sisi rapuh manusia dan masyarakat, sekaligus mempertanyakan kejujuran, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kebenaran.

Tulisan mengenai tema ini disampaikan oleh Abdul Wachid B.S., yang dikenal sebagai penyair, Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Ketua Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura) di Purwokerto. Dalam pembacaan yang ia kemukakan, puisi menjadi medium untuk menyuarakan kritik—bukan sekadar sebagai ekspresi estetika, melainkan juga sebagai pengingat moral.

Melalui pilihan kata dan penekanan pada isu-isu batin, puisi Yatiman Yusof diposisikan sebagai cermin yang memantulkan persoalan sosial serta dorongan untuk tetap menjaga integritas. Dengan demikian, pembacaan atas karya-karya tersebut tidak berhenti pada makna harfiah, tetapi bergerak ke wilayah perenungan tentang keadilan, kejujuran, dan suara hati.

Di bagian lain, tersedia informasi layanan Kementerian Agama melalui portal resmi https://kemenag.go.id/layanan yang memuat akses berbagai layanan, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita dari pusat dan daerah. Kementerian Agama juga menyediakan saluran WhatsApp di https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S.