BERITA TERKINI
Lomba Bagasing Masuk Agenda Tahunan Pelestarian Budaya di Kalimantan Selatan

Lomba Bagasing Masuk Agenda Tahunan Pelestarian Budaya di Kalimantan Selatan

UPTD Museum Lambung Mangkurat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan menggelar lomba permainan tradisional bagasing sebagai agenda tahunan untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas pelestari permainan tradisional.

Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat Disdikbud Kalsel, Ady Surya, mengatakan lomba tahun ini mengusung tema “Adu Pukul” sebagai wujud komitmen museum menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah melalui permainan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kami kembali melaksanakan lomba bagasing tahun ini. Kami berharap kegiatan ini dapat mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan di Kalimantan Selatan serta menjadi sarana mempererat silaturahmi antar komunitas bagasing,” ujar Ady di Banjarbaru, Kamis.

Menurut dia, lomba tahun ini diikuti 12 tim dari enam kabupaten dan kota. Peserta berasal dari Kabupaten Barito Kuala sebanyak lima tim, Kabupaten Tapin tiga tim, serta masing-masing satu tim dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong.

Ady menjelaskan, seluruh peserta bertanding pada kategori umum yang mempertemukan peserta dari anak-anak hingga dewasa. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai sarana regenerasi pelaku permainan tradisional.

“Kami berencana menghadirkan kategori khusus anak-anak pada penyelenggaraan tahun depan agar bagasing semakin dikenal dan diminati sejak usia dini sehingga bagasing dapat dimainkan oleh semua kalangan,” ujarnya.

Selain perlombaan, Museum Lambung Mangkurat juga menggelar seminar mengenai sejarah dan perkembangan bagasing di Kalimantan Selatan yang disampaikan oleh maestro bagasing asal Kabupaten Tapin. Ady menyebut seminar itu bertujuan memberi pemahaman kepada peserta dan masyarakat tentang nilai sejarah, filosofi, serta pentingnya menjaga keberlangsungan permainan tradisional sebagai warisan budaya daerah.

“Kami berharap bagasing dapat dikenal kembali oleh anak-anak daerah. Saat ini mereka lebih banyak mengenal permainan berbasis teknologi, sehingga permainan tradisional seperti bagasing perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan,” kata Ady.