BERITA TERKINI
Lima Cara Hidup Bahagia Menurut Sains: Dari Rasa Syukur hingga Dukungan Komunitas

Lima Cara Hidup Bahagia Menurut Sains: Dari Rasa Syukur hingga Dukungan Komunitas

Sejumlah temuan dalam kajian psikologi dan kesehatan mental menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan semata soal keberuntungan, melainkan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Sejumlah langkah sederhana—mulai dari membangun rasa syukur hingga menjaga relasi sosial—disebut berkaitan dengan suasana hati yang lebih positif dan kesehatan mental yang lebih baik.

1. Memperbanyak rasa syukur
Rasa syukur disebut memiliki korelasi kuat dengan kebahagiaan. Dalam ulasan yang dibahas American Psychological Association, kebiasaan bersyukur dikaitkan dengan berkurangnya pikiran dan perasaan negatif. Penelitian juga menunjukkan, praktik bersyukur bahkan dalam rentang waktu singkat, seperti satu minggu, dapat membantu seseorang menekan emosi seperti iri, dengki, kepahitan, prasangka buruk, serta pola pikir negatif lainnya.

2. Menyisihkan waktu untuk hobi di sela kesibukan
Melakukan aktivitas yang disukai di tengah rutinitas dinilai membantu menjaga suasana hati tetap positif. Life and Health menuliskan bahwa hobi dapat berdampak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Jaime Kurtz, Ph.D., ahli kesehatan mental, juga menyoroti bahwa banyak orang kehilangan kebahagiaan karena tak lagi memiliki waktu luang untuk diri sendiri. Mereka yang terus bekerja tanpa batasan istirahat dinilai lebih rentan mengalami stres, depresi, dan penurunan kebahagiaan.

3. Mengonsumsi makanan bergizi secara tepat
Pola makan disebut berhubungan dengan kondisi mental. Mind for Better Mental Health menjelaskan bahwa konsumsi makanan bergizi secara tepat dan berkala dapat membantu mencegah penurunan gula darah. Ketika gula darah turun, sebagian orang dapat menjadi lebih mudah stres, depresi, atau tersinggung. Karena itu, menjaga kestabilan gula darah disebut sebagai salah satu cara untuk mempertahankan suasana hati.

Dalam konteks ini, asupan gizi lengkap—seperti sayuran, ikan, buah, karbohidrat, susu, cokelat, dan sumber nutrisi lainnya—disebut dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Namun, bagi yang memiliki riwayat diabetes atau alergi, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

4. Meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri
Menyediakan waktu sejenak untuk diri sendiri, selama tidak berlebihan, disebut dapat membantu menjaga suasana hati tetap positif di tengah rutinitas padat. Life Hack menyebutkan bahwa memanjakan diri secara ilmiah dapat mendukung kesehatan mental. Bentuknya tidak harus rumit, misalnya menonton film favorit, spa, berekreasi sendiri, atau menulis catatan harian.

Meski begitu, tidak semua orang cocok dengan aktivitas menyendiri. Dalam kondisi depresi atau stres berat, kesendirian dapat berdampak buruk. Karena itu, penting menentukan batas yang nyaman bagi diri sendiri. Jika stres sudah tergolong berat, disarankan menghubungi layanan konseling atau psikolog.

5. Bergaul dan bergabung dengan komunitas yang membangun
Relasi sosial juga disebut berperan dalam menjaga kebahagiaan, terutama jika lingkungan pergaulan bersifat positif dan saling mendukung. Bergabung dengan komunitas—termasuk komunitas yang sesuai hobi—dinilai dapat membantu seseorang merasa terhubung dengan orang lain. Sebaliknya, rasa kesepian yang intens dan berkepanjangan disebut berisiko bagi kesehatan mental dan dapat berujung pada depresi berat.

Dengan memilih pergaulan yang sehat serta komunitas yang membangun, seseorang berpeluang memperoleh dukungan, motivasi, dan pelajaran dari pengalaman orang lain. Pada akhirnya, kebiasaan-kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga suasana hati tetap positif dalam kehidupan sehari-hari.