PT Murni Sadar Tbk (MTMH) membukukan laba bersih sebesar Rp130,36 miliar sepanjang 2021. Angka tersebut melonjak 766% dibandingkan 2020 yang tercatat Rp15,398 miliar, berdasarkan laporan keuangan perseroan yang telah diaudit.
Kinerja pendapatan dan kontribusi layanan
Emiten rumah sakit ini mencatat pendapatan 2021 sebesar Rp983,1 miliar, naik 73,06% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan ditopang oleh sejumlah pos layanan utama.
- Pendapatan pemeriksaan kesehatan naik 57,57% menjadi Rp312,49 miliar.
- Pendapatan obat-obatan meningkat 115% menjadi Rp282,33 miliar.
- Pendapatan jasa dokter melonjak 84,5% menjadi Rp131,79 miliar.
- Pendapatan rawat inap naik 69,7% menjadi Rp90,8 miliar.
Beban, laba kotor, dan posisi aset
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 37% menjadi Rp548,15 miliar. Meski demikian, laba kotor perseroan tercatat naik 160,04% menjadi Rp435 miliar.
Perseroan juga melaporkan aset naik 65,7% menjadi Rp1,334 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan modal disetor menjadi Rp181,45 miliar serta adanya surplus penilaian ulang sebesar Rp443,5 miliar.
Jaringan rumah sakit dan kapasitas layanan
Saat ini, perseroan dan perusahaan anak memiliki lima rumah sakit yang berlokasi di Medan, Jakarta, Bali, dan Tangerang, serta mengoperasikan satu rumah sakit di Medan melalui metode kerja sama operasional.
Kelima rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital, Rumah Sakit Aminah, Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman, Rumah Sakit Ibu dan Anak Rosiva, serta Rumah Sakit Murni Teguh Bali.
Total kapasitas lima rumah sakit milik perseroan dan perusahaan anak, ditambah satu rumah sakit yang dioperasikan melalui kerja sama operasional, sekitar 858 tempat tidur. Per 31 Desember 2021, perseroan dan perusahaan anak mempekerjakan 103 dokter umum dan 319 dokter spesialis, serta sekitar 1.980 perawat dan staf pendukung lainnya.

